Walkot Samarinda Soal Ribut Oknum TNI-Satpol PP: Hanya Masalah Komunikasi

Kalimantan Timur

Walkot Samarinda Soal Ribut Oknum TNI-Satpol PP: Hanya Masalah Komunikasi

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 24 Sep 2026 19:24 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun di DPRD Samarinda.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di DPRD Samarinda. Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Wali Kota Samarinda Andi Harun buka suara soal insiden oknum TNI yang bersitegang dengan Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini saat razia kafe hingga videonya viral di media sosial. Andi menyebut insiden tersebut hanya dipicu masalah komunikasi dan meminta persoalan itu tidak berkembang menjadi pertentangan antara Satpol PP dan TNI.

Andi mengatakan kesimpulan tersebut berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah pihak terkait kejadian di Jalan Teuku Umar, Karang Asam Ulu, Selasa (22/9) malam. Dia juga telah berkomunikasi langsung dengan Dandim 0901/Samarinda terkait persoalan tersebut.

"Ini hanya masalah komunikasi. Jadi saya sampaikan masalah ini hanya masalah komunikasi," tegas Andi kepada awak media di DPRD Samarinda, Kamis (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi mengatakan situasi di lapangan saat itu juga perlu dilihat secara menyeluruh. Kondisi petugas yang sedang menjalankan tugas disebut dapat memengaruhi komunikasi hingga akhirnya memunculkan kesalahpahaman.

"Biasa dalam keadaan lelah, dalam keadaan apa. Babinsa kita juga sudah banyak berjasa. Tidak boleh hanya melihat satu persoalan lalu semua yang dilakukannya itu salah. Itu kurang bijak," katanya.

Andi pun tidak ingin insiden tersebut berkembang seolah-olah terdapat pertentangan antara TNI dengan Satpol PP. Dia menegaskan sinergi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri tetap dibutuhkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Samarinda.

"Dan kita harus tahu bahwa tanpa dukungan TNI/Polri di tingkat wilayah mau jadi apa daerah itu? Pemerintah, TNI dan Polri itu kompak bersama kejaksaan," ucapnya.

Menurut Andi, persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak terkait dan tidak perlu diperbesar. Dia kembali menegaskan kejadian tersebut merupakan persoalan komunikasi di lapangan.

"Tidak ada pertentangan. Hanya masalah komunikasi saja yang sedikit miss," tegasnya.

Meski menyebut hanya persoalan komunikasi, Andi mengatakan telah meminta Satpol PP Samarinda melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi ketika menjalankan operasi rutin. Komunikasi yang lebih efektif dinilai diperlukan, baik dengan aparat TNI-Polri maupun masyarakat.

"Saya juga sudah melakukan kontak dengan Pak Dandim. Saya juga sudah melakukan komunikasi dengan Satpol agar tata kelola dalam soal operasi-operasi rutin itu lebih presisi lagi, lebih menekankan pada bentuk komunikasi yang efektif," jelasnya.

Namun, Andi menegaskan langkah Satpol PP melakukan razia di lokasi tersebut sudah benar. Operasi rutin merupakan bagian dari tugas Satpol PP untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di Samarinda.

"Apa yang dilakukan oleh Satpol, saya harus menyatakan mereka sudah benar. Tanggung jawab mereka melakukan operasi rutin untuk memastikan keadaan dukungan terhadap kamtibmas di kota ini berjalan baik," katanya.

Andi turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selama ini terlibat dalam menjaga keamanan di Samarinda. Dia berharap sinergi antarlembaga tersebut tetap terjaga setelah insiden tersebut.

"Saya terima kasih kepada teman-teman TNI, Polri sampai kepada tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selama ini sangat solid terhadap kebersamaan kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Samarinda," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan oknum anggota Kodim 0901/Samarinda bersitegang dengan Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini saat razia kafe di Jalan Teuku Umar viral di media sosial. Oknum tersebut sempat mempersoalkan razia yang dilakukan Satpol PP, sementara Anis tetap meminta pemeriksaan di lokasi dilanjutkan.

Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad telah membenarkan pria dalam video tersebut merupakan salah satu anggotanya. Kodim juga menyampaikan permohonan maaf, sementara anggota tersebut menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Denpom VI/1 Samarinda dan dipastikan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads