Maluku

Mengenal 6 Pahlawan dari Maluku dan Kisah Perjuangannya

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Senin, 22 Agu 2022 17:39 WIB
Ilustrasi Kapitan Pattimura (Foto: Situs Direktorat K2KRS Kemensos)
Makassar -

Pahlawan dari Maluku memiliki peran penting dalam melawan para penjajah di Indonesia. Khususnya dalam mempertahankan wilayah Maluku sebagai bagian dari Indonesia.

Keberhasilan Indonesia untuk dapat menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat seperti saat ini tentunya tak lepas jasa dan pengorbanan para pahlawan. Perjuangan pahlawan termasuk di Maluku turut membuka jalan bagi Indonesia berdiri sebagai negara.

Sejumlah pejuang dari Maluku diberi gelar pahlawan nasional. Pemberian gelar ini sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Adapun pahlawan dari Maluku yang tercatat di Data Pahlawan Nasional Direktorat K2KRS Kementerian Sosial RI ada 6 orang. Antara lain KS Tubun, Martha Christina Tijahahu, Kapitan Pattimura, Nuku Muhammad Amiruddin, Johannes Leimena, dan Sultan Baabullah.

Berikut profil dan kisah perjuangan pahlawan dari Maluku yang dilansir detikSulsel dari website Direktorat K2KRS Kemensos RI:

1. AIP. TK. II Brig.Pol. KS Tubun

(Situs Direktorat K2KRS Kemensos)

Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sasuit Tubun lahir pada 14 Oktober 1928 di Tual, Maluku. Dia tercatat masuk Sekolah Polisi Negara di Ambon sejak Agustus 1951, dan kemudian dipindahkan ke dalam kesatuan Brimob di Jakarta.

KS Tubun meninggal tanggal 1 Oktober 1965 di Jakarta pada usia 36 tahun. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan.

KS Tubun merupakan pahlawan dari Maluku yang menjadi salah satu korban pada Gerakan 30 September PKI 1965. Dalam catatan pada tahun 1955 KS Tubun mengikuti pasukannya yang mendapat tugas melakukan operasi militer terhadap DI/TII di daerah Aceh selama tiga bulan. Kemudian pada tahun 1958 juga melakukan operasi militer di daerah Sulawesi Utara bersama pasukannya untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta.

Ia juga ikut dalam tugas membebaskan Irian Barat setelah diumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada tanggal 19 Desember 1961. KS Tubun kemudian mendapat tugas kehormatan menjadi anggota pasukan pengawal kediaman Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena.

KS Tubun kemudian gugur dalam menjalankan tugasnya mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Ia gugur beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-37.

2. Martha Christina Tijahahu

(Situs Direktorat K2KRS Kemensos)

Martha Christina Tijahahu merupakan pahlawan wanita dari Maluku yang gugur di usia muda. Martha Christina Tijahahu lahir pada 4 Januari 1800 di Abubu, Nusa Laut, Maluku.

Dia meninggal di usia 17 tahun, pada 2 Januari 1818 di Laut Banda, Maluku. Jasadnya disemayamkan di laut.

Martha Christina Tijahahu adalah pejuang muda yang tidak mengenal rasa takut. Ia merupakan puteri remaja yang turut dalam pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura pada tahun 1817.

Martha Christina adalah anak dari Kapitan Paulus Tijahahu, salah satu orang terpandang di Nusa Laut, Maluku. Martha selalu menemani ayahnya dalam setiap pertempuran untuk menghadapi serangan Belanda.

Adapun pertempuran yang diikuti Martha diantaranya perlawanan di Saparua pada tahun 1817, perlawanan merebut benteng Beverwijk, serta pertempuran di daerah Ulat dan Ouw.

Pada 12 November 1817, para pemimpin Nusa laut berhasil disergap oleh Belanda. Termasuk di dalamnya Martha Christina dan ayahnya.

Setelah ditahan dan diperiksa pada 15 November oleh Laksamana Buyskes, Paulus di vonis human mati dan dieksekusi pada 17 November 1817. Sementara Martha sendiri termasuk yang mendapat hukuman untuk dibuang ke Jawa.

Martha gugur sebagai tahanan Belanda. Ia meninggal di kapal Eversten dan bersemayam di sekitar Laut Banda.

Selanjutnya Kapitan Pattimura...




(alk/tau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork