Kantor ACT Kendari Tutup, Warga Diminta Berdonasi di Lembaga Lain

Sulawesi Tenggara

Kantor ACT Kendari Tutup, Warga Diminta Berdonasi di Lembaga Lain

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 08 Jul 2022 22:52 WIB
Kantor ACT Kendari, Sulawesi Tenggara ditutup.
Foto: Kantor ACT Kendari, Sulawesi Tenggara ditutup. (Nadhir Attamimi/detikcom)
Kendari -

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menutup kantornya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) usai izin pengumpulan donasi dicabut Kementerian Sosial (Kemensos). Masyarakat yang hendak menyalurkan donasi kepada relawan atau lembaga pengumpulan donasi lain.

Pantauan detikcom pada Jumat (8/7) pukul 15.00 Wita, Kantor ACT Kendari yang terletak di Jalan Malaka Nomor 12 Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari tutup. Pintu kantor dikunci menggunakan rantai kecil dan gembok. Tampak fasilitas di dalam kantor masih tertata rapih.

"Untuk kegiatan kantor saat ini tutup, tidak beroperasi sama sekali. Mulai dari hari Jumat ini kami sudah tidak ada kegiatan baik menghimpun donasi sampai menjalankan program sudah dihentikan," kata Branch Manager ACT Cabang Kendari, Budi Hartono kepada detikcom, (8/7/2022).


Budi mengungkapkan bagi masyarakat yang hendak berdonasi bisa menyalurkan ke lembaga donasi lainnya yang tersebar di Sultra.

"Kita sudah sampaikan kepada para donatur, kami menghentikan keseluruhan program dan donasi. Misalnya ada yang mau disalurkan donasi, kami meminta untuk menyalurkan ke relawan lain yang bisa membantu selain ACT," ujar dia.

ACT Cabang Kendari mulai hadir pada tahun 2021. Sejak saat itu, ratusan aksi sudah disasar dengan belasan ribu penerima manfaat. Mulai dari operasi pangan, gizi anak Indonesia, bantuan bencana, sahabat dai Indonesia, wakaf, pelayanan kesehatan hingga pelayanan kebencanaan.

"Sejak Agustus 2021, ACT Kendari sudah melakukan sebanyak 212 aksi dengan penerima manfaat sebanyak 7.722 kepala keluarga yang menyasar 14.878 jiwa di 11 kabupaten dan kota, 30 kecamatan dan 74 kelurahan," beber Budi.

Bahkan ACT Kendari masih melakukan program-program yang belum terlaksana sehari sebelum kantor ditutup. Salah satunya rencana sunatan masal anak yatim.

"Hari Kamis kemarin kami masih masuk seperti biasa hanya saja tidak ada penggalangan dana baik offline maupun online. Kami hanya menjalankan program, namun setelah ada instruksi dari pusat kami tutup," ujar dia.

Pihak ACT Kendari sangat menyayangkan adanya pencabutan izin tersebut, sehingga tidak bisa menjalankan program dengan baik. Budi mengaku patuh dengan kebijakan pusat.

"Kami ACT Kendari meminta maaf kepada masyarakat atas yang terjadi di lembaga kami, sehingga kami tidak bisa maksimal dalam menjalankan program kami," pungkas Budi.



Simak Video "Nelayan Ditemukan Tewas Usai 4 Hari Hilang di Perairan Kendari"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)