Handono, tersangka pembunuhan istrinya sendiri yang kemudian ditemukan tinggal kerangka, menjual rumah tempat kerangka istrinya terkubur seharga Rp 105 juta.
Handono menghabisi nyawa Fitriani di rumahnya. Ia mengubur dan mengecor jasad istrinya di dalam kamar. Penemuan kerangka Fitriani berawal dari renovasi.
Handono menghabisi nyawa istrinya Fitriani, lalu mengubur jasadnya di dalam kamar dan mengecornya. Pembunuhan dipicu masalah keluarga dan dugaan perselingkuhan.