Nilai tukar Won Korea anjlok setelah Presiden Yoon Suk Yeol umumkan status darurat militer. Namun, setelah ditolak parlemen, mata uang kembali menguat.
Pada Agustus 1945 uang yang beredar adalah campuran dari mata uang Jepang, Belanda, dan bahkan beberapa mata uang lokal yang dicetak oleh pejuang di daerah.
Presiden Yoon Suk Yeol yang resmi dicopot dari jabatannya. Dia menjadi pemimpin Korsel lain yang reputasinya rusak atau masa jabatannya tersandung skandal.