Pakar Hukum Tata Negara UGM Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar, menanggapi santai laporan polisi yang dilayangkan Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi).
"Kami kalah di TikTok, di TikTok dihabisin film ini," kata pakar Hukum Tata Negara Fisipol UGM Zainal Arifin Mochtar yang menjadi narasumber di film Dirty Vote.
Netizen mengeluhkan kesulitan mencari film dokumenter Dirty Vote di YouTube. Ada yang menyebut film tersebut kena shadow banned. Apa kata YouTube Indonesia?