Jumlah tersangka pengrusakan rumah Nenek Elina bertambah menjadi tiga. Polisi masih mengembangkan kasus dan meminta masyarakat untuk memberikan informasi.
Anggota DPR R. Imron Amin prihatin atas pengusiran nenek Elina di Surabaya. Ia minta kasus ini tidak dikaitkan dengan suku Madura untuk menjaga harmoni sosial.
Wanita ini mendapat perlakuan tak adil dari neneknya. Ia harus membayar Rp 4.000 untuk mie instan buatan neneknya, sementara cucu favorit makan gratis.