Massa bakar dan rusak Gedung Negara Grahadi Surabaya, menghancurkan fasilitas dan menciptakan suasana mencekam. Gubernur Khofifah berupaya menenangkan situasi.
Kepadatan terjadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya akibat pembersihan Gedung Negara Grahadi yang dibakar massa. Warga diminta menghindari area tersebut.
Gedung Negara Grahadi dibakar perusuh pada 30 Agustus. Warga Surabaya menilai aksi ini lebih parah dari kerusuhan 1998. Harapan untuk kondisi yang kondusif.
Massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi kembali ricuh. Gubernur Khofifah menemui mereka untuk mendengar tuntutan, sementara mahasiswa dari BEM SI terlibat.
Gubernur Jatim Khofifah minta massa aksi tidak anarkis. Namun, setelah pertemuan, terjadi kericuhan dengan pembakaran di 5 titik. Situasi memanas di Grahadi.