Kepala Bapanas Arief Prasetyo mengungkapkan hal ini bisa terjadi apabila masa tanam bulan Maret-April menghasilkan produksi beras di bawah 2,5 juta ton.
Walhi menyoroti maraknya pembalakan hutan di NTB. Pasalnya, dari 2,1 juta luas lahan di Pulau Lombok dan Sumbawa, hampir 60 persen diklaim dalam kondisi kritis.