Cara tradisional ini dipilih oleh para petani dan pelaku usaha kopra mengingat kontur tanah perkebunan yang tidak rata. Bahkan cenderung naik turun dan berliku.
Kemlu Indonesia menilai buku Malaysia yang menghina asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia telah merendahkan martabat. Penulis buku itu pun meminta maaf.