Jenazah Kopda Muslimin tiba di RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan diautopsi. Begini suasana saat kedatangan jenazah Kopda Muslimin di RS Bhayangkara.
Kopda Muslimin terduga otak penembakan istrinya ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kendal. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Kopda Muslimin.
Kapolda Jateng mengungkapkan, ayah Kopda Muslimin sempat meminta anaknya agar menyerahkan diri. Kopda Muslimin tewas di rumah ortunya usai sempat muntah-muntah.
Langkah ini merupakan respons terhadap aspirasi yang disampaikan GAPENSI serta berbagai asosiasi badan usaha lainnya yang bergerak di sektor konstruksi.
Upaya pelaku untuk menghilangkan jejak dengan memutilasi mayat korban tidak berhasil. Dengan cepat polisi mengungkapnya. Tidak ada kejahatan yang sempurna.
Dalam sosialisasi ini, berbagai bentuk seni budaya dipentaskan, mulai dari Tari Dugderan, Tari Semarangan, dan Wayang Orang sebagai pesan akan keberagaman.