Terpopuler Sepekan

Terbongkarnya Kasus Mutilasi Keji di Ungaran

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 31 Jul 2022 10:09 WIB
Konferensi pers kasus mutilasi wanita yang potongan mayatnya ditemukan di Ungaran, Semarang, Selasa (26/7/2022).
Tersangka pelaku mutilasi di Ungaran. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

Perbuatan Imam Sobari, warga Kecamatan Balapulang, Brebes ini sungguh keji. Dia dengan tega membunuh wanita bernama K di sebuah kos di Ungaran, Semarang. Tak hanya itu, dengan keji dia memutilasi mayat korbannya menjadi 11 bagian dan membuangnya di sejumlah lokasi berbeda.

Padahal, dia dan korban merupakan tetangga di Brebes. Korban juga merupakan pacarnya sejak 2015 silam. Bahkan, korban adalah ibu dari anaknya!

Perbuatan Imam mulai terkuak pada Minggu (24/7/2022) saat warga menemukan potongan tangan di Sungai Kretek, Ungaran. Temuan itu menjadi titik awal polisi membongkar perbuatan kejam tersebut.


Korban Pacar Pelaku

Korban dan pelaku memiliki hubungan yang sangat dekat. Mereka sudah menjalin hubungan asmara sejak 2015 silam. Bahkan, korban telah melahirkan seorang anak hasil perbuatan cabul Imam.

Korban yang saat itu masih sekolah di SMA dihamilinya. Imam pun tersandung kasus pencabulan anak. Dia harus menjalani hukuman penjara selama 10 tahun.

"Pelaku dulunya sudah melakukan tindakan pencabulan kepada korban hingga korban melahirkan seorang anak, pelaku sempat ditahan di Tegal dengan hukuman 10 tahun penjara," kata Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi, Selasa (26/7).

Namun, Imam akhirnya bebas 6 tahun kemudian. Dia lantas kembali menjalin komunikasi dengan korban. Mereka juga sepakat untuk tinggal bersama di daerah Bergas, Semarang, dekat dengan tempat korban bekerja.

Korban-Pelaku Sering Bertengkar

Kedua tinggal di sebuah rumah kos yang terletak di Bergas, Semarang. Di kos itu mereka tinggal selama sekitar 1,5 bulan.

Selama itu mereka diketahui sering terlibat pertengkaran. Hal itu diungkap oleh penjaga kos, Annisya Puspita. Meski demikian, dia menganggap pertengkaran yang terjadi masih dalam taraf wajar.

"Tidak menaruh kecurigaan soalnya kan mereka rumah tangga pasti ada cekcok, tapi untuk KDRT atau berantem berlebihan itu tidak ada," kata Annisya, Kamis (28/7).

Namun, pertengkaran yang terjadi pada Sabtu malam (16/7) rupanya berbeda. Saat itu pasangan tak resmi itu bertengkar soal Imam yang tak kunjung memperoleh pekerjaan.

Pertengkaran itu membuat Imam gelap mata. Dia tega mencekik ibu dari anaknya itu hingga tewas. Tak hanya dia juga tega memotong tubuh kekasihnya itu hingga 11 bagian dan dibuang di beberapa lokasi terpisah.

Awal mula pengungkapan kasus di halaman berikutnya