Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengklaim rumah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 yang menjadi lokasi proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan hibah dari Faradj Martak.
Tengah malam sebelum ditembak, Amir meminta agar diberi kesempatan untuk menyanyi sebentar. Mereka kemudian menyanyikan Indonesia Raya dan lagu Internasionale.