Jumiyem dikenal orang baik, aktif di kampung, rajin menabung. Hasil jualan buburnya dia belikan emas. "Gelang, kalung, cincinnya besar-besar," kata tetangganya.
Pasutri di Lampung yang jadi korban dukun pengganda uang di Jateng sudah setahun merantau ke Jawa, pengakuannya untuk bekerja, namun pulang tinggal nama.