Ketika merawat rumah, jangan hanya memperhatikan bangunan dan lahan milik sendiri saja. Jalur pembuangan air dan kotoran, yakni selokan di depan rumah juga harus rutin dicek karena jika ada masalah rumah, kita juga yang terkena dampaknya.
Selokan adalah saluran pembuangan bersama, masing-masing rumah memiliki tanggungjawab yang sama untuk memastikan kebersihan dan kelancaran alirannya. Tidak boleh ada hambatan karena selokan yang mampet dapat meluap saat debit air meningkat.
Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki, cara memastikan saluran di selokan tetap lancar adalah selokan tersebut sejak awal harus dibuat dengan benar. Mulai dari jalurnya, kedalaman, hingga luasnya. Dalam kata lain selokan juga harus dipikirkan dengan matang saat atau bahkan sebelum rumah dibangun.
Panggah menambahkan selokan perlu dibuat agak miring agar air dan kotoran bisa mengalir ke pembuangan air dan tidak mengendap.
"Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai," kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.
Untuk perumahan yang siap huni, pemilik rumah tidak perlu ambil pusing soal ukuran karena pihak pengembang yang akan mengurusnya. Namun, pastikan lagi ya apakah ukuran dan bentuknya aman ya karena ada beberapa pengembang nakal yang menyepelekan hal ini.
Selain memastikan bentuk dan ukuannya sesuai, pemilik rumah perlu rutin menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Proses penyaringan ini bukan di lubang luar yang mengarah langsung ke selokan, melainkan memisahkan cairan dan benda padat sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Hal ini bisa diterapkan saat mencuci piring, memasak, dan di kamar mandi. Misalnya, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.
"Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink," ungkapnya.
Ada pun penyebab selokan mampet salah satunya karena aliran air yang tidak lancar dan kecil. Umumnya dikarenakan ada hambatan sehingga jalur air menyempit, sementara debit yang akan lewat cukup besar. Hambatan tersebut bisa dari sampah dan kotoran padat yang tersangkut.
"Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar," jelas Panggah.
Itulah tips mencegah selokan mampet, semoga bermanfaat.
Simak Video "Kisah Perjuangan Pekerja di Balik Pembangunan Sekolah Rakyat Garapan Waskita Karya"
(aqi/dhw)