- Tanda-tanda Tanah Bergerak yang Perlu Diwaspadai 1. Pagar, Tiang Listrik, dan Pepohonan Mulai Miring 2. Muncul Retakan atau Tanah Mencuat di Jalan 3. Tanah Ambles di Sekitar Fondasi Rumah 4. Dasar Jalan Terlihat Cekung 5. Pintu dan Jendela Sulit Dibuka atau Menempel 6. Terdengar Suara Gemuruh Samar
- Pencegahan dan Antisipasi Tanah Bergerak 1. Hindari Lahan Curam 2. Hindari Lahan dengan Riwayat Pergerakan Tanah 3. Perhatikan Sistem Drainase 4. Gunakan Teknik Pemakuan Tanah
- Mitigasi Bencana Tanah Bergerak 1. Segera Menjauh ke Tempat Aman 2. Waspada Pergerakan Susulan 3. Hindari Aktivitas Berbahaya di Lereng 4. Ikuti Arahan Pihak Berwenang
Bencana tanah bergerak kembali menjadi sorotan di tengah musim hujan, terutama setelah sejumlah rumah warga di Desa Padasari, Kabupaten Tegal dilaporkan ambruk akibat pergerakan tanah.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ancaman bencana di wilayah lereng dan perbukitan yang rawan mengalami perubahan struktur tanah. Fenomena tanah bergerak sendiri merupakan perpindahan massa tanah atau batuan ke arah tegak, mendatar, atau miring dari posisi semula.
Tanah bergerak menjadi berbahaya karena sering terjadi secara perlahan dan sulit disadari sejak awal. Pemahaman terhadap tanda-tanda, langkah pencegahan, serta mitigasi bencana sangat penting agar masyarakat dapat meminimalkan risiko akibat bencana ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda-tanda Tanah Bergerak yang Perlu Diwaspadai
Melansir catatan detikProperti, terdapat sejumlah tanda awal yang dapat mengindikasikan terjadinya tanah bergerak di sekitar permukiman, berikut di antaranya.
1. Pagar, Tiang Listrik, dan Pepohonan Mulai Miring
Perubahan posisi pagar, tiang listrik, atau pepohonan yang semula tegak lurus menjadi miring menandakan adanya pergeseran tanah di bawahnya. Kondisi ini menunjukkan kestabilan tanah mulai terganggu dan perlu segera diwaspadai.
2. Muncul Retakan atau Tanah Mencuat di Jalan
Retakan memanjang di permukaan jalan atau tanah yang terlihat mencuat ke atas merupakan indikasi tekanan dari pergerakan lapisan tanah. Retakan ini dapat semakin melebar seiring waktu, terutama saat hujan deras.
3. Tanah Ambles di Sekitar Fondasi Rumah
Fondasi rumah yang terlihat turun atau ambles dari posisi seharusnya menandakan tanah kehilangan daya dukungnya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan struktural serius pada bangunan.
4. Dasar Jalan Terlihat Cekung
Permukaan jalan yang tampak cekung atau bergelombang menandakan adanya penurunan tanah secara perlahan. Fenomena ini sering terjadi pada area yang tanahnya jenuh air.
5. Pintu dan Jendela Sulit Dibuka atau Menempel
Kusen pintu dan jendela yang tidak lagi sejajar akibat pergeseran bangunan menjadi tanda bahwa struktur rumah mulai berubah. Hal ini umumnya dipicu oleh pergerakan tanah di bawah bangunan.
6. Terdengar Suara Gemuruh Samar
Suara gemuruh halus atau bunyi retakan dari luar rumah atau dalam tanah bisa menjadi pertanda awal pergerakan massa tanah. Suara ini sering muncul sebelum terjadi pergerakan tanah yang lebih besar.
Pencegahan dan Antisipasi Tanah Bergerak
Jika tanda-tanda tanah bergerak mulai terlihat, langkah pencegahan harus segera dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Dilansir dari situs BPBD Trenggalek, berikut ini penjelasannya.
1. Hindari Lahan Curam
Sebagus apapun konstruksi rumah, lahan yang berada di lereng curam tetap memiliki risiko tinggi terhadap pergerakan tanah. Oleh karena itu, hindari membangun rumah di dekat tebing, lereng bukit, ataupun sungai, dan pilih lahan yang relatif landai.
2. Hindari Lahan dengan Riwayat Pergerakan Tanah
Lahan yang pernah mengalami tanah longsor atau tanah bergerak berpotensi mengalami kejadian serupa di masa depan. Sebelum membeli atau membangun rumah, penting untuk mengidentifikasi riwayat dan karakteristik tanah di wilayah tersebut.
3. Perhatikan Sistem Drainase
Pastikan jalur drainase air hujan di sekitar rumah berfungsi dengan baik dan air limpasan dialirkan ke tempat pembuangan yang aman. Genangan air di dalam tanah dapat meningkatkan kejenuhan tanah dan memicu pergerakan.
4. Gunakan Teknik Pemakuan Tanah
Jika terpaksa membangun di lahan miring, teknik pemakuan tanah dapat digunakan sebagai solusi konstruksi. Metode ini dilakukan dengan memasukkan besi tulangan berlapis beton ke dalam tanah secara miring untuk meningkatkan kestabilan lereng.
Mitigasi Bencana Tanah Bergerak
Apabila tanah bergerak sudah terjadi dan mengancam keselamatan, langkah mitigasi perlu segera dilakukan.
1. Segera Menjauh ke Tempat Aman
Warga yang rumahnya terdampak disarankan segera keluar dan menjauh dari lokasi menuju area yang lebih aman. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.
2. Waspada Pergerakan Susulan
Tanah bergerak seringkali diikuti pergerakan susulan atau longsor lanjutan, terutama saat hujan masih turun. Masyarakat perlu tetap waspada dan tidak kembali ke lokasi sebelum dinyatakan aman.
3. Hindari Aktivitas Berbahaya di Lereng
Jangan mendirikan permukiman di tepi atau bawah lereng, tidak menebang pohon secara sembarangan, serta tidak memotong tebing jalan menjadi tegak karena dapat mengurangi daya tahan tanah.
4. Ikuti Arahan Pihak Berwenang
Jangan kembali ke rumah tanpa izin dari petugas kebencanaan. Segera instansi terkait untuk mendapatkan bantuan dan informasi lanjutan.
Dengan mengenali tanda-tanda tanah bergerak serta memahami langkah pencegahan dan mitigasinya, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi ancaman bencana ini. Kewaspadaan sejak dini terhadap kondisi lingkungan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko tanah bergerak, terlebih saat musim hujan.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/aqi)











































