Memiliki rumah yang terasa sejuk merupakan sebuah nilai plus, terutama saat memasuki musim panas. Sebab, hawa pengap di dalam rumah membuat para penghuni merasa tidak nyaman.
Ada beberapa cara agar hunian terasa adem meski cuaca di luar sedang panas, salah satunya mengusung desain plafon rumah yang tinggi. Sejumlah masyarakat meyakini rumah dengan plafon tinggi akan cenderung lebih sejuk.
Namun, apa benar rumah yang punya plafon tinggi akan terasa lebih sejuk?
Menurut arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak menjamin interior akan lebih sejuk. Ia menilai rumah dengan plafon tinggi justru membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan, terutama bagi yang menggunakan AC.
Di sisi lain, membangun rumah dengan plafon tinggi juga tidak bisa sembarangan. Sebab, mendesain rumah harus disesuaikan dengan keseluruhan atau proporsi rumah, sehingga jangan sampai luas rumah kecil tapi plafonnya malah tinggi.
"Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material," kata Deny saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.
Cara Lain Agar Rumah Terasa Lebih Adem
Daripada harus mendesain rumah dengan plafon tinggi, Denny membagikan tips lain agar rumah tetap adem tanpa perlu boros material dan energi. Berikut sarannya:
1. Perbanyak Ventilasi Udara
Supaya interior rumah terasa sejuk, Denny menyarankan agar memperbanyak ventilasi udara sehingga ruangan tidak pengap. Bahkan, Denny menyarankan agar membuat dua ventilasi di setiap ruangan guna menciptakan ventilasi silang.
"Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi," paparnya.
Apabila rumah memiliki ventilasi yang baik maka udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah.
2. Halangi Sinar Matahari Berlebih
Sinar matahari memang baik untuk menerangi rumah di siang hari, tapi jika terlalu banyak maka membuat ruangan terasa panas dan pengap. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat supaya hunian tetap adem.
"Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi," ujar Denny.
3. Pakai Material Penghalau Panas
Ada sejumlah material yang dapat mencegah hawa panas, salah satunya styrofoam yang didaur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam dapat menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.
"Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius," ucap Denny.
Selain itu, material berlubang seperti roster atau kerawangan bata juga dapat digunakan untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan tersebut, penghuni rumah bisa membuka pintu dan jendela demi mendapatkan aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.
Itulah penjelasan soal plafon tinggi bisa bikin rumah terasa adem atau tidak. Semoga membantu!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)