Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera merevitalisasi kawasan kumuh di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Salah satu rumah di sana bahkan ada yang dihuni sampai 15 orang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan kawasan kumuh di area Tanah Abang, seperti Kebon Kacang, Kebun Melati, dan Kampung Bali belum tertangani dengan baik padahal lokasinya dekat dengan pusat keramaian Jakarta.
"Bahkan ada beberapa hunian, satu rumah 3x4 yang menghuni sampai dengan 15 orang dan tidurnya 3 shift," katanya usai acara Peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate, di Hall Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Maka dari itu, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan perbaikan pada kawasan tersebut secara menyeluruh. Nantinya, Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta yang akan bertanggung jawab dalam pembenahan tersebut. Sementara itu, untuk anggarannya akan menggunakan dari APBD hingga CSR.
"Maka anggaran yang akan dilakukan adalah yang pertama tentunya dari APBD. Yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF, KLB, untuk melakukan pembangunan di tempat itu," tuturnya.
Dalam melakukan pembenahan tersebut, Pramono mengatakan tidak akan melakukan penggusuran pada warga yang tinggal di daerah tersebut.
"Intinya adalah kami melakukan pembenahan tidak menggusur karena di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musola, dan sebagainya. Tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi dengan perkembangan teknologi sekarang mudah-mudahan nanti tempat itu menjadi tempat yang tertata dengan baik," tutupnya.
(abr/das)