Pesinetron Ana Riana mengungkapkan pernah menjadi korban apartemen mangkrak di daerah Ciputat. Pemeran Rinjani di Tukang Ojek Pengkolan ini mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 200 juta setelah pengembang dinyatakan pailit.
Apartemen yang dibeli oleh Ana adalah The Spring Residence yang berada Jalan Otista Raya No.23, Ciputat, Tangerang Selatan. Apartemen tersebut menjual 4 tipe hunian, yakni studio, 1 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar dengan harga paling mahal sekitar Rp 700 jutaan. Kabarnya akan ada 2 tower yang dibangun dengan fasilitas di area bawah terdapat food court atau area kuliner dan bioskop.
Apartemen tersebut merupakan proyek yang digarap oleh anak usaha PT Gading Development Tbk, yakni PT Kembang Sari Buana. Menurut keterangan dari konsumen, proyek ini telah direncanakan sejak 2012 dan mulai dibangun pada 2015. Pembangunannya dinyatakan berhenti pada 2024 karena perusahaan dinyatakan pailit. Padahal pembangunan sudah menyentuh 70-80 persen. Sudah topping off dan bagian fasad sudah dicat rapi. Bahkan ada beberapa konsumen yang sudah serah terima unit, meskipun pada saat itu lift, listrik, dan air belum beroperasi.
Alasan proyek ini menjadi mangkrak menurut konsumen karena terkendala biaya.
Ana sendiri membeli apartemen ini karena sedang butuh ruangan untuk syuting endorsement yang pada 2015 itu sedang banyak. Biasanya ia menyewa hotel atau kos-kosan. Merasa kurang efisien jika terus menyewa, ia pun memutuskan membeli unit apartemen. Selain itu, lokasinya di Tangerang Selatan masih mudah dicapai apalagi pada saat itu ada rencana Ciputat akan terintergrasi dengan transportasi umum.
"Saya mikirnya kalau di Jakarta Selatan itu kan harga segitu tuh (Rp 550 jutaan) cuma dapat studio aja kan. Nah kalau minggir sedikit di daerah Ciputat itu udah dapet dua kamar. Terus dia juga ngasih fasilitas yang bagus banget dibanding apartemen-apartemen di sekitarnya," ujar Ana kepada detikcon pada Selasa (22/9/2026).
Unit yang dibeli Ana adalah tipe 2 kamar tidur seharga sekitar Rp 550 juta. Ia membayar dengan cicilan bertahap yang disetorkan langsung ke pengembang. Pada saat itu, ia tak bisa mengambil KPR karena pekerjaannya tidak memiliki slip gaji.
Ia yakin untuk membeli di sana karena sudah mengecek pengembangnya sehingga tidakmenduga kalau proyek tersebut akan mati nantinya. Jumlah cicilan bulanannya pun tidak sedikit, yakni Rp 22,5 juta per bulan.
"Nah tahap pembayarannya tuh saya kan ngambil tahun 2015 akhir karena kebetulan saya tuh sebenarnya public figure. Nah dulu tuh saya pernah shooting di salah satu stasiun TV di ANTV, dulu program Eat Bulaga (The New Eat Bulaga Indonesia) pada saat itu hits banget kan," terangnya.
"Nah pas saya dapet program itu, saya mikirnya kan dengan umur saya yang masih muda, lalu uangnya juga sayang gitu kalau untuk saya setiap hari tuh cuman pake jalan-jalan, nonton, nongkrong, atau beli baju gitu kan. Kayak saya mikirnya jangka panjang gitu pengennya tuh ditempati. Kalau emang nggak ditempati niat saya tuh mau dibikinin kayak studio fotografi," lanjutnya.
Setelah jalan cicilan bulan ke-14, ia mulai mendengar bahwa proyek tersebut ada masalah. Informasi tersebut ia dapat dari grup konsumen yang dibuat oleh pengembang. Namun, kabarnya masih simpang siur dan pengembang juga masih responsif menenangkan konsumen bahwa pembangunan akan tetap jalan. Ana yang penasaran pun langsung datang ke apartemen untuk mengecek. Ternyata di sana masih ada tukang, tetapi sedikit sekali.
(aqi/zlf)