×
Ad

Bos Properti Asal RI Sebut Sydney Ramai Dilirik Investor Asing

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 22 Sep 2026 15:19 WIB
Foto: Dok. Crown Group
Jakarta -

Sydney menjadi salah satu kota tujuan investasi global. sebagai ruang bertemunya modal, talenta, dan gagasan. Bagi Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito, Sydney merupakan kota global yang memiliki peluang bisnis besar yang terbuka bagi berbagai pelaku bisnis dari penjuru dunia.

Dinamika tersebut membuat Sydney tetap relevan sebagai salah satu titik penting dalam percakapan mengenai bisnis, investasi, inovasi, dan konektivitas global.

"Sydney bukan hanya tentang pemandangan yang indah atau gaya hidup. Bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang," ujar Iwan Sunito dalam keterangannya, pada Selasa (22/9/2026).

Baru-baru ini ia menyambut kunjungan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno di Sydney bersama delegasi Surabaya Business Forum. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Sydney Business Insights & Mini Marathon yang mempertemukan komunitas bisnis Indonesia dengan berbagai perspektif mengenai bisnis, investasi, pariwisata, serta perkembangan Sydney.

Iwan Sunito bersama delegasi dari One Global Resorts Green Square mengatakan, pertemuan tersebut memiliki makna personal.

"Saya telah mengenal Sandiaga cukup lama, sejak beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, pertemuan kali ini terasa cukup spesial. Kami tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga bertukar pikiran dan ide, serta melihat berbagai perkembangan dari perspektif masing-masing," tuturnya.

Menurut Iwan, pertemuan seperti ini terasa makin bermakna di tengah hubungan ekonomi dan bisnis Indonesia dan Australia yang terus berkembang.

Hubungan Indonesia dan Sydney juga kembali terasa secara personal ketika Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan dan mantan Managing Director of Development Policy and Partnerships World Bank, berkunjung ke Sydney dalam rangka perjalanannya mengikuti Sydney Marathon.

"Ketika pelaku usaha dan komunitas bisnis Indonesia datang ke Sydney, mereka tentu tidak hanya melihat gedung atau properti. Mereka ingin memahami bagaimana pasar bergerak, bagaimana sebuah kota membangun infrastrukturnya, bagaimana masyarakatnya berkembang, dan di mana peluang yang mungkin bisa dikembangkan," urainya.

Selain itu, beberapa waktu lalu Joe Taslim, aktor laga internasional yang juga mantan atlet judo nasional jugamenginap di One Global Resorts Green Square bersama timnya.

Bagi Iwan Sunito, tiga kunjungan tokoh dari latar belakang yang berbeda di bulan September tersebut menunjukkan satu hal yang sama: Sydney masih memiliki daya tarik sebagai kota global yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan.

"Hal yang menarik bagi saya adalah orang datang ke Sydney dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang datang untuk bisnis, ada yang untuk olahraga, ada yang bertemu teman, ada yang mengeksplorasi peluang. Tetapi semuanya bertemu pada satu hal: Sydney masih menjadi kota yang ingin mereka datangi dan pahami," katanya.

Menurut Iwan, daya tarik Sydney bagi investor tidak semata-mata ditentukan oleh sektor properti. Ekosistem kota secara keseluruhan, mulai dari infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, lifestyle, hingga lingkungan bisnis menjadi bagian dari pertimbangan seseorang melihat peluang investasi di kota pelabuhan tersebut.

"Investor saat ini tidak hanya melihat sebuah aset. Mereka juga melihat kotanya. Apakah kota tersebut memiliki konektivitas? Apakah ekonominya berkembang? Apakah orang ingin tinggal, bekerja, berbisnis dan menghabiskan waktu di sana? Semua itu menjadi bagian dari value sebuah investasi," jelasnya.

Di sisi lain, Iwan juga menyampaikan perkembangan One Global Resorts Green Square di rentang sepanjang Januari hingga Juni 2026. Hotel bintang lima tersebut mencatat okupansi rata-rata 95,07 persen, dengan gross income sekitar AU$ 10,8 juta. Properti milik One Global Capital tersebut juga sukses memperoleh penghargaan Travelers' Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan menempati posisi ke-11 dari 195 hotel di Sydney.

"Tetapi di balik angka tersebut, ada orang yang datang, tinggal, bekerja, bertemu, dan menikmati Sydney. Itu yang menurut saya jauh lebih menarik," ujarnya.

Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang telah membangun karier dan bisnis di Australia, Iwan Sunito melihat hubungan kedua negara memiliki potensi yang jauh lebih besar.

"Saya lahir di Indonesia dan membangun bisnis di Australia. Jadi ketika melihat semakin banyak orang Indonesia datang ke Sydney, saya melihatnya sebagai sebuah jembatan. Ada hubungan yang terus tumbuh antara kedua negara, bukan hanya melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui people-to-people connection," katanya.

Iwan meyakini bahwa kota-kota global seperti Sydney akan terus mengalami perubahan. Namun, kemampuan sebuah kota untuk menarik talenta, modal, wisatawan, pelaku usaha, dan investor akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing dalam jangka panjang.

"Pasar bisa naik-turun. Kondisi ekonomi juga bisa berubah. Tetapi kota yang memiliki fundamental kuat akan terus beradaptasi. Sydney memiliki ekosistem yang membuat orang ingin kembali, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali," katanya.




(aqi/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork