Jakarta - Ada sebuah kota unik di Australia, namanya Coober Pedy. Soalnya, hampir seluruh rumah di kota ini dibangun di bawah tanah. Begini penampakannya.
Penampakan Rumah Bawah Tanah yang Dibangun di Bekas Tambang Batu
Coober Pedy terletak di wilayah yang cuacanya sangat ekstrem, terutama saat musim panas yang suhunya bisa mencapai 52 derajat Celcius. Demi kenyamanan selama tinggal di rumah, penduduk setempat memutuskan mendirikan hunian di bawah tanah Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Rumah-rumah ini dibangun dengan cara menggali batu pasir bekas tambang opal, lalu diubah menjadi hunian lengkap dengan kamar tidur, dapur, ruang tamu, hingga fasilitas modern seperti listrik, air mengalir, dan internet. Selayaknya hunian tapak pada umumnya. Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Salah satu akses masuk menuju sebuah rumah bawah tanah di Coober Pedy. Meski terletak di dalam tanah, tetapi suhu ruangannya lebih stabil sekitar 22-24 derajat Celcius, sehingga orang-orang tidak merasa kegerahan saat siang hari. Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Tidak hanya rumah penduduk saja, tetapi juga ada bar bawah tanah yang jadi tempat berkumpul penduduk Coober Pedy. Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Bahkan, gereja juga dibangun di bawah tanah. Langkah ini dilakukan agar proses ibadah jadi lebih tenang dan tidak terganggu cuaca panas saat siang. Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Sampai sekarang, sekitar 60 persen penduduk Coober Pedy memilih tinggal di hunian bawah tanah. Jika dilihat dari luar, kota ini tampak seperti hamparan gurun kosong dengan gundukan tanah dan pipa ventilasi. Namun, di bawahnya justru terdapat kehidupan yang dilakukan para penduduknya, mulai dari memasak, mencuci, hingga belajar. Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
