Iwan Sunito, pengusaha properti Australia kelahiran Surabaya, kembali mengembangkan konsep properti yang tidak hanya berorientasi pada fungsi komersial. Melalui One Global Resorts Green Square di Sydney, ia memperkenalkan One Muse, ruang yang menggabungkan kafe, bar, galeri seni dan kegiatan komunitas.
One Muse berada di dalam kompleks hotel bintang lima One Global Resorts Green Square dan menjadi bagian dari visi Sunito Foundation. Platform ini ditujukan untuk membuka ruang ekspresi serta peluang bagi anak-anak, generasi muda dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.
Konsep tersebut terinspirasi dari perjalanan Hannah Sunito, putri kedua Iwan Sunito, yang kini menjadi CEO One Muse. Hannah merupakan seniman dengan kebutuhan belajar khusus yang berkembang melalui seni dan telah mengikuti berbagai pameran di Sydney. Pada 2021, ia memenangkan kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"One Muse memang berawal dari Hannah, tetapi kami tidak ingin One Muse hanya tentang Hannah. Perjalanannya memberi kami keberanian untuk membayangkan sebuah platform yang dapat membuka pintu bagi lebih banyak anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus. Hannah mungkin merupakan muse pertama, tetapi kami berharap ia dapat menginspirasi ribuan muse lainnya." katanya dalam keterangan yang diterima, Senin (24/8/2026).
Pengembangan tersebut memperlihatkan arah lain dalam pengelolaan properti hospitality, yakni menjadikan bangunan sebagai bagian dari aktivitas kawasan. One Muse tidak hanya menyediakan ruang makan dan galeri, tetapi juga kegiatan pameran, penjualan karya seni, workshop, kolaborasi kreatif, akses pekerjaan hingga penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti dan berbagai acara.
Iwan mengatakan, pihaknya menyiapkan konsep One Muse Art Street di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library. Terinspirasi art street dan piazza di Eropa dan Italia, ruang tersebut dirancang untuk menampung live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining dan kegiatan komunitas. One Muse bersama Pemerintah Kota Sydney saat ini tengah mendiskusikan peluang pemanfaatan jalan dan ruang publik tersebut sesuai regulasi.
"Jalan memiliki arti penting karena seni tidak seharusnya tersembunyi di dalam satu ruangan," ujar Sunito. "Kami ingin kreativitas dan kesempatan menjadi bagian dari kehidupan publik sehari-hari. One Muse Art Street akan memungkinkan visi Sunito Foundation melampaui dinding galeri dan menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dirasakan, dan didukung oleh seluruh komunitas."
Dari sisi bisnis, konsep sosial tersebut tetap berjalan berdampingan dengan kinerja properti hospitality. One Global Resorts Green Square mencatat rata-rata okupansi 95,07% sepanjang Januari-Juni 2026 dengan pendapatan kotor sekitar AUD5,6 juta. Berdasarkan laporan STR, hotel tersebut juga menempati posisi market leader di kelasnya.
"Bagi kami, keberhasilan komersial dan tujuan sosial seharusnya bisa saling mengisi," ujar Sunito. "Bisnis yang berkelanjutan memberikan kemampuan bagi sebuah visi untuk bertahan, berkembang, dan menciptakan peluang dari tahun ke tahun."
