Membeli rumah tidak berhenti ketika proses pembangunan dinyatakan selesai. Ada satu tahap yang biasanya ditunggu konsumen, yakni serah terima unit dari pengembang kepada pemilik.
Pada tahap ini, konsumen mulai memiliki kesempatan untuk melihat langsung kondisi rumah yang sebelumnya hanya diketahui melalui gambar, spesifikasi, atau kunjungan ke lokasi pembangunan. Karena itu, proses serah terima juga menjadi momen bagi konsumen untuk memastikan kondisi bangunan sesuai dengan yang dijanjikan.
Ketepatan waktu menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan. Keterlambatan serah terima misalnya, dapat berpengaruh terhadap rencana konsumen, terutama bagi mereka yang sudah mengatur kepindahan, biaya sewa tempat tinggal, hingga cicilan rumah.
Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang disampaikan Paramount Gading Serpong dalam proses serah terima 83 unit Grand Pasadena Village.
"Serah terima tepat waktu merupakan salah satu bentuk komitmen Paramount Gading Serpong kepada konsumen. Membeli hunian idaman adalah keputusan besar dan jangka panjang bagi setiap orang, sehingga kepastian waktu serah terima menjadi bagian penting dari pengalaman dan kepercayaan konsumen. Paramount Gading Serpong terus menjaga standar pembangunan dan konsisten menghadirkan produk yang berkualitas serta melakukan serah terima hunian sesuai komitmen," kata Ferry John Sihombing selaku Direktur Sales & Marketing Paramount Land dalam keterangannya, dikutip detikcom pada Rabu (9/9/2026).
Selain waktu penyelesaian, konsumen juga biasanya memiliki pertimbangan lain ketika memilih rumah, mulai dari lokasi, desain, ukuran bangunan, akses transportasi, hingga lingkungan di sekitarnya.
Salah satu pembeli Grand Pasadena Village, Inge, mengatakan faktor tersebut menjadi pertimbangannya sebelum membeli rumah. Ia juga melihat kredibilitas pengembang sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan.
"Selain lokasi, desain hunian menjadi daya tarik tersendiri bagi saya yang menyukai warna earth tone dan gaya hunian modern Art Deco yang sesuai dengan karakter keluarga muda kami yang dinamis dan energik. Selain mempertimbangkan lokasi, ukuran, dan desain bangunan, kita juga perlu mempertimbangkan kredibilitas pengembang karena hunian merupakan investasi dan tempat tinggal jangka panjang," ungkap Inge, salah satu pembeli rumah.
Dari sisi lokasi, Grand Pasadena Village berada di kawasan Pasadena Central District, Gading Serpong. Kawasan tersebut merupakan pengembangan mixed-use yang mencakup hunian dan area komersial.
Di sekitar kawasan tersebut terdapat sejumlah pusat kuliner dan area komersial, sementara beberapa bagian lainnya masih dalam tahap pembangunan. Pengembangan fasilitas di sekitar hunian menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan konsumen karena dapat memengaruhi aktivitas dan kebutuhan sehari-hari setelah rumah ditempati.
Ferry mengatakan sejumlah area komersial di Pasadena Central District masih akan dikembangkan, termasuk rencana kehadiran sejumlah tenant.
"Setiap komersial Pasadena Central District berlokasi super strategis dan dikelilingi captive market yang besar dan dinamis. Area ini juga akan dilengkapi dengan giant mega anchor tenant berupa hypermarket dan electronic megastore seluas satu hektare, yang tentunya akan menjadi fasilitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan penghuni yang tinggal di Grand Pasadena Village. Hunian ini juga nantinya akan berada dekat dengan anchor tenant Pasadena Square North, yakni Zenbu Group dan Kopi Nako Group yang akan beroperasi tahun depan," kata Ferry.
Bagi konsumen, informasi mengenai fasilitas yang sudah tersedia dan yang masih berupa rencana sebaiknya dibedakan. Fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan tentu belum bisa langsung digunakan dan waktu penyelesaiannya perlu diperhatikan.
Hal serupa berlaku untuk akses jalan, transportasi, fasilitas umum, serta area komersial di sekitar perumahan. Kondisi lingkungan ketika rumah mulai dipasarkan bisa berbeda setelah kawasan berkembang dan jumlah penghuni bertambah.
Simak Video "Kisah Perjuangan Pekerja di Balik Pembangunan Sekolah Rakyat Garapan Waskita Karya"
(aqi/aqi)