RI-China Bentuk Tim Khusus buat Bangun Rusun di Indonesia

RI-China Bentuk Tim Khusus buat Bangun Rusun di Indonesia

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 09 Sep 2026 18:31 WIB
Duta Besar China di Indonesia Wang Lutong dan Menteri PKP Maruarar Sirait
Duta Besar China di Indonesia Wang Lutong dan Menteri PKP Maruarar Sirait (Foto: Sekar Aqillah Indraswari/detikcom)
Jakarta -

Kerja sama antara Indonesia dan China di bidang perumahan kembali dibahas. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan akan membuat tim khusus untuk mempersiapkan lahan dan aturan pembangunan rumah susun (rusun).

"Kami sudah membentuk tim bersama dari kementerian kami, dipimpin oleh Dirjen Roberia (Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko), Dirjen Sri, dan Pak Heru (Komisioner) dari BP Tapera. Kemudian akan bekerjasama dengan tim dari Tiongkok untuk membahas, satu soal regulasi yang bisa saling menguntungkan, yang kedua adalah soal lahan akan segera disurvey beberapa lahan-lahan, yang ketiga bagaimana tadi menggerakkan ekonomi secara utuh dengan prinsip tadi saling percaya dan saling menguntungkan," kata Ara selepas pertemuan 4 jam di Kediaman Duta Besar China, Setiabudi, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).

Untuk rusun yang akan dibuat kabarnya tidak hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi bisa untuk kelas menengah, atas, atau mix used.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat nanti bentuknya seperti apa ya, bisa menengah, bisa MBR, bisa mix ya, dan berbagai hal. Karena kita sangat membutuhkan juga foreign direct investment (FDI), untuk membuka lapangan pekerjaan di sektor real dan perumahan adalah sektor real," terang Ara.

Duta Besar China di Indonesia Wang Lutong mengatakan dalam tim khusus tersebut juga akan ada perwakilan dari Kementerian Perumahan China. Dalam 2 minggu ke depan akan diadakan pertemuan lanjutan.

ADVERTISEMENT

"Menteri Perumahan Tiongkok dan saya, kami menempatkan orang-orang yang berhubungan dari dua tim kami, dan kami akan bertemu lagi dalam dua minggu yang akan datang. Untuk membicarakan proses, untuk mengetahui perkembangan pekerjaan, dan saya pikir kami juga akan berkomunikasi soal teknologi perumahan dan aturannya," ungkap Wang Lutong.

Selain dari pihak pemerintah yang saling bersinergi, Ara membocorkan dalam proyek pembangunan ini tidak menutup kemungkinan swasta juga terlibat baik dari pihak China dan Indonesia. Di mana China juga bertindak sebagai investor dalam proyek ini.

"Saya lihat dalam berbagai bidang kan, misalnya di bidang pertambangan, dari Tiongkok kan sudah banyak kerja sama dan investasi di Indonesia. Saya rasa ini bukan sesuatu yang baru untuk kerja sama, dan salah satu negara yang meningkat investasinya di Indonesia adalah Tiongkok. Itu jelas sekali gitu lho ya karena saling percaya dan saling menguntungkan. Tidak menguntungkan salah satu pihak, kan seperti itu," jelasnya.

Ara juga menambahkan Indonesia dan China ingin saling tukar teknologi terutama yang berhubungan dengan perumahan. Namun, untuk jenis yang dibutuhkan di Indonesia masih dalam pembahasan, perlu disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

"Kebutuhan, regulasi, disesuaikan. Jadi dibelajari dulu, baru dilihat teknologi yang cocok. Tadi kan saya bilang yang aman, ya cocok dengan kondisi Indonesia, aman itu segala-galanya ya secara tanah, lingkungan, dan sebagainya, kemudian juga dari segi regulasinya tentu kita akan melihat itu," jelas Ara.

Sebelumnya diberitakan, Maruarar Sirait (Ara) bersama Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Republik Rakyat China, Ni Hong, sepakat menjajaki kolaborasi untuk membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga kelas menengah.

Ara mengatakan Indonesia menyambut baik kerja sama tersebut dengan prinsip kemitraan yang saling menguntungkan. Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga mitra strategis bagi China dalam pengembangan sektor perumahan.

Untuk mendukung kerja sama itu, pemerintah Indonesia siap menyiapkan lahan-lahan strategis yang dapat dikembangkan, menyediakan data kebutuhan perumahan yang akurat berbasis Badan Pusat Statistik (BPS), serta menyempurnakan regulasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

"Kami akan siapkan lahan, kami akan siapkan data market, dan kami akan siapkan aturan-aturan yang ada. Tiga hal ini yang akan kami siapkan untuk kemudian dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak Tiongkok," kata Ara dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads