Jakarta - Sebanyak 53 KK eks warga pinggir rel Pasar Gaplok kini menempati Hunian Sementara Senen, Jakarta Pusat, sambil bertahan dengan pekerjaan sektor informal.
Foto Properti
Potret Warga Eks Pinggir Rel Bertahan Hidup di Hunian Sementara Senen
Senin, 31 Agu 2026 18:30 WIB
Sebanyak 53 kepala keluarga (KK) menempati hunian sementara tersebut setelah dipindahkan dari kawasan pinggir rel. Pemindahan dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi warga.
Meski tinggal di hunian sementara, warga tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi ekonomi sederhana. Sebagian besar kepala keluarga bekerja di sektor informal dengan pendapatan tidak tetap, seperti pemulung, pengamen, tukang bangunan hingga sopir bajaj.
Pekerjaan sektor informal membuat penghasilan warga bergantung pada kondisi dan kesempatan kerja setiap harinya. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah tingginya biaya hidup di Jakarta.
Hingga saat ini, warga masih dapat menempati hunian sementara secara gratis. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan kepastian tempat tinggal sekaligus mengurangi kekhawatiran warga terhadap kondisi lingkungan yang sebelumnya berada di sekitar jalur rel kereta.
Namun, keberlanjutan kehidupan warga tidak hanya bergantung pada tempat tinggal, tetapi juga kemampuan mempertahankan sumber penghasilan. Hunian Sementara Senen menjadi gambaran bahwa penataan permukiman juga perlu memperhatikan keberlangsungan kehidupan dan mata pencaharian warga terdampak.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
