×
Ad

Proyek Kota Baru 12 Hektare Bakal Dibangun di Labuan Bajo

Zulfi Suhendra - detikProperti
Senin, 07 Sep 2026 09:30 WIB
Foto: Dok Vasanta
Jakarta -

Labuan Bajo memasuki babak baru dalam perkembangan pariwisatanya. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), kawasan ini tidak lagi hanya membutuhkan destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga ekosistem pendukung seperti ruang publik, hiburan, gaya hidup, hingga pengalaman wisata yang terintegrasi.

Pertumbuhan tersebut tercermin dari meningkatnya aktivitas perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2026 mencapai 223.302 orang, naik 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bandara Komodo Labuan Bajo berkontribusi 23,93 persen terhadap total penerbangan di NTT. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 mencapai 26.604 kunjungan, naik 31,97 persen secara tahunan.

Seiring pertumbuhan tersebut, konektivitas menuju Labuan Bajo juga semakin terbuka. Penerbangan langsung Singapura-Labuan Bajo mulai beroperasi pada Maret 2025 melalui Jetstar Asia, kemudian dilanjutkan Scoot pada akhir 2025. Akses regional juga diperkuat dengan penerbangan langsung Kuala Lumpur-Labuan Bajo.

Di tengah perkembangan itu, pengembang melihat potensi munculnya simpul ekonomi baru dengan membangun proyek kota baru bernama Mawatu. Rencananya, proyek yang dikembangkan oleh Vasanta Group ini akan dibangun di Pantai Batu Cermin dengan visi menjadi The New City Center of Labuan Bajo. Berdiri di atas lahan seluas 12 hektare, kawasan ini dirancang sebagai pusat kota baru yang mengintegrasikan delapan pilar, yakni hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community.

Unsur budaya dan komunitas juga menjadi bagian dari konsep tersebut. Mawatu menghadirkan aktivitas budaya melalui pertunjukan seni di amphitheater serta kolaborasi dengan pengrajin tenun lokal dan komunitas kreatif setempat. Dengan pendekatan ini, kawasan diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan wisatawan, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif.

"Perkembangan Labuan Bajo menciptakan kebutuhan akan sebuah kawasan yang mampu menghadirkan gaya hidup, ruang publik, dan aktivitas wisata dalam satu tempat. Melalui visi sebagai The New City Center of Labuan Bajo, Mawatu ingin menjadi bagian dari perjalanan kawasan ini sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar," terang Jonathan Budiman, Head of Strategic Marketing, Vasanta Group dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Pengembangan kawasan baru tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Warga Desa Batu Cermin, Elbertus Marianus Liman, mengatakan perkembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar.

"Batu Cermin memiliki potensi besar sebagai bagian dari perkembangan Labuan Bajo. Kami berharap berbagai pengembangan baru dapat membuka peluang ekonomi, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar," ujarnya.

Dengan lokasi di Pantai Batu Cermin, Mawatu membawa visi menjadi bagian dari fase baru perkembangan Labuan Bajo melalui kawasan yang menghubungkan wisatawan, masyarakat, dan pelaku ekonomi dalam satu lingkungan. Konsepnya memadukan gaya hidup, budaya, alam, kreativitas, dan komunitas.



Simak Video "Video Basarnas: Total Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 51 Orang"

(zlf/zlf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork