Tidak ada yang mengira jika kota yang dulunya terkenal karena tambangnya kini berubah jadi lahan gosong karena bara api yang tidak bisa padam.
Nama kota tersebut adalah Centralia yang berada di pegunungan Pennsylvania timur laut, Amerika Serikat. Dilansir Business Insider, kota ini muncul pada 1866 oleh insinyur pertambangan Alexander Rae. Akses ke lokasi ini dibuka setelah Jalur Kereta Api Mine Run selesai dibangun pada 1854. Jalur tersebut digunakan sebagai akses distribusi batu bara keluar dari lembah ke kota lainnya.
Centralia menjadi pusat pertambangan dengan jumlah populasi mencapai 2.761 jiwa pada tahun 1890, menurut data Sensus AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran yang awalnya dikira hanya kejadian biasa ini dimulai pada 1962. Namun, setelah diselidiki api telah membakar tambang batu bara di bawah tanah yang terbengkalai. Luas pertambangan tersebut membentang seluas kota tersebut. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Ngerinya kejadian tersebut bukan hanya sampai di sana. Ternyata api tersebut diprediksi tidak akan mati bahkan setelah 100 tahun lamanya.
Jika dilihat dari beberapa foto, di lahan tersebut muncul beberapa lubang. Itu adalah spot yang harus dihindari karena dari dalamnya mengeluarkan panas. Bahkan sempat ada orang yang terperosok dan mengaku hampir meninggal ketika masuk ke bawah.
Kondisi yang sudah kritis ini ternyata tidak membuat warga ingin pergi diari sana. Masih ada saja masyarakat yang ingin tinggal di sana. Salah satu alasannya rumah di Centralia tersebut adalah rumah pertamanya dan tidak ingin dijual.
Sisanya yang sudah setuju untuk pindah, rumahnya dibeli oleh pemerintah. Rumah-rumah tersebut kemudian dihancurkan. Ada sekitar 500 bangunan yang dieksekusi.
Saat penduduk pergi, jalan-jalan juga dibiarkan rusak dan cabang Jalan Raya 61 yang melewati kota itu ditutup permanen serta dialihkan di sekitar kota agar tidak membahayakan yang lain.
Kota Centralia kini lebih dikenal dengan kota mati karena sudah ditinggalkan oleh masyarakatnya. Sementara, api masih terus membara di bawah tanah.
