Nusa Tenggara Timur - Sedikitnya 53.971 rumah rusak akibat gempa di NTT. Warga Nagekeo masih memilih tidur di tenda karena khawatir gempa susulan.
Foto Properti
Hari Kedelapan, 53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT
Abdul Karim melihat rumahnya yang rusak di kawasan Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026).
Pada hari kedelapan penanganan, BNPB mencatat sedikitnya 53.971 unit rumah rusak akibat gempa.
Pendataan kerusakan masih dilakukan secara paralel dengan penanganan darurat sehingga jumlah tersebut masih berpotensi berubah setelah proses verifikasi di lapangan.
Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung karena episentrum gempa berada di perairan dekat Mbay.
Pada pendataan awal, BNPB mencatat sedikitnya 116 rumah rusak berat, enam rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan di Kabupaten Nagekeo.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada fasilitas umum dan bangunan pemerintahan.
Pemerintah bersama BNPB dan pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat, termasuk pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan logistik.
Bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan pilihan hunian sementara atau dana tunggu hunian sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Sementara itu, pemilik rumah rusak ringan dan sedang disiapkan bantuan perbaikan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi.
Kerusakan rumah di Nagekeo beragam, mulai dari pondasi bengkok, dinding bolong, hingga lantai retak, sehingga mayoritas warga masih memilih tidur di tenda karena khawatir gempa susulan.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
