Okupansi bangunan retail atau mal semakin meningkat di Indonesia terutama untuk mal premium. Terdapat ekspansi tenant di beberapa bidang, salah satunya F&B sehingga pengunjung semakin ramai.
JLL mencatatkan okupansi mal di angka 86 persen pada kuartal II-2026. Angka itu meningkat diiringi dengan berbagai ekspansi tenant mal.
Head of Research JLL Indonesia, James Taylor menyebutkan ada stock 3,2 juta meter persegi ruang mal tersebar di Jakarta, terutama paling banyak di kawasan Central Business District (CBD). Menariknya, mal premium di kota itu terisi sebanyak 96 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mencatatkan tingkat hunian 96 persen di pusat perbelanjaan utama di kota ini. Itu sangat tinggi. Pada dasarnya tidak ada ruang kosong," ucap James dalam Media Briefing Jakarta Property Market Overview 2Q 2026, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Industri kuliner atau F&B memang mendominasi ragam tenant mal. Apalagi saat ini ada perkembangan minuman berasa. Dari tahun ke tahun, memang ada perubahan tren minuman mulai dari thai tea hingga sekarang ada brand teh premium asal China.
"Para penyewa semacam itu (minuman) melakukan ekspansi dengan sangat agresif di semua pusat perbelanjaan kami, di seluruh kota (Jakarta)," ujarnya.
Selain itu, ada perluasan sektor kesehatan dan kebugaran di tenant mal. Mulai dari pusat kebugaran hingga makanan sehat serta jenis lain, semuanya berkembang. Sektor ini sangat penting bagi semua masyarakat, tetapi khususnya bagi sebagian generasi muda atau Gen Z.
Perusahaan sering kali merupakan internasional di Indonesia. Mereka pindah dari department store ke toko khusus mereka sendiri di dalam pusat perbelanjaan. Untuk ruang yang ditutup, banyak yang tutup hanya untuk renovasi.
Dari segi harga sewa, nominalnya masih bertumbuh. JLL memperkirakan pertumbuhan harga sewa sebesar 3 persen pada 2026.
Sementara itu, Head of Project & Asset Management JLL Indonesia, Naomi Patadungan, mengatakan semakin banyak permintaan masuk dari perusahaan di bidang F&B, beauty and wellness, serta experimental retail stores. Tenant F&B juga sekarang datang dengan beragam topik dan produk yang menarik yang memang lebih ditujukan kepada young generation.
"Kalau lihat sekarang di retail, banyak sekali antrean-antrean panjang di new products, terutama untuk beverage, yang ini ikut membantu meningkatkan traffic in the mall, dan juga yang kami lihat juga meningkatkan dwell time, jadi lebih lama traffic itu bisa stay within the mall," tutur Naomi.
(dhw/das)
