Laga final Piala Dunia 2026 digelar di New York New Jersey Stadium atau MetLife Stadium. Stadion megah ini menjadi saksi bisu pertandingan timnas Spanyol dan Argentina.
Dilansir dari situs resminya, MetLife Stadium berlokasi di East Rutherford, New Jersey. Stadion ini termasuk yang paling besar di Liga Football Nasional (NFL). Markas dua tim Football, New York Jets dan New York Football Giants, pun ada di sini.
Bukan sembarang stadion, tempat ini sengaja dipilih menjadi venue final Piala Dunia 2026 karena ukuran hingga lokasinya. Lantas, seperti apa ya MetLife Stadium?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsitektur Stadion
EAST RUTHERFORD, NJ - JULY 15: The FIFA World Cup Trophy is displayed at New York/New Jersey Stadium ahead of the FIFA World Cup Final on July 15, 2026 in East Rutherford, New Jersey. (Photo by Jordan Bank - FIFA/FIFA via Getty Images) Foto: FIFA via Getty Images/Jordan Bank - FIFA |
Seluruh venue membentang seluas 195.096 meter persegi. Isinya dapat menampung 82.500 orang untuk acara football dan sepakbola, lalu 50.000 orang buat konser.
Dikutip dari NSS Sports, eksterior stadion terinspirasi dari gedung pencakar langit New York. dasar bangunan menggunakan batu yang terinspirasi dari batu kapur setinggi enam meter. Lalu, terdapat kulit kisi-kisi aluminium dan panel kaca di atasnya.
Elemen arsitektur stadion menggunakan finish berbagai jenis warna abu-abu. Namun saat permainan, stadion dapat memancarkan warna dari pencahayaan LED canggih.
Pilihan Venue Menuai Kritik
Keputusan FIFA untuk menggelar perhelatan internasional di venue ini menuai kritik. Stadion itu dikritik dari berbagai sisi, mulai dari desain, akses transportasi, hingga kualitas lapangan. Warga lokal pun menilai stadion itu punya reputasi yang buruk.
"Karena tidak ada kata yang lebih tepat, istilah teknis untuk Stadion MetLife adalah 'membosankan'," kata kolumnis olahraga New Jersey veteran, Steve Politi, dikutip dari BBC, Minggu (19/7/2026).
MetLife Stadium terlihat seperti bangunan besar hampa tak berkarakter menurut banyak penggemar. Desain stadion itu dianggap tak sesuai dengan biaya pembangunan yang dikeluarkan, sebesar US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 28,7 triliun (kurs Rp 17.987).
Penggemar sepakbola juga mengkritisi lokasi venue sulit diakses tanpa mobil dan suka macet. Penggemar mesti melalui jalur lalu lintas yang berkelok dan jalan ditutup buat menuju zona penurunan penumpang yang tepat.
Selain itu, kualitas rumput lapangan dinilai menghambat gerakan pemain sepakbola. Suatu ketika alat penyiram rumput tiba-tiba menyala sampai membasahi lapangan. Kondisi itu sempat bikin tim Prancis dan Brasil sempat mengeluh soal rumput lapangan.
Di sisi lain, keputusan FIFA atas MetLife Stadium tak jauh dari akses pasar media terbesar. Mereka sengaja mencari area besar.
Menurut Lasry, ini bukan cuma soal 80.000 lebih orang di stadion, melainkan puluhan ribu orang yang menonton dari berbagai wilayah.
"Yang dicari FIFA adalah menghadirkan bintang-bintang terbesar di panggung terbesar. Dan New York, New Jersey adalah ibu kota dunia, bukan? Ini adalah ibu kota media, ibu kota hiburan, dan ibu kota ekonomi dunia," kata Kepala Eksekutif Komite Penyelenggara Piala Dunia FIFA 26 NYNJ Alex Lasry.
FIFA Diprotes gegara Jual Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026
FIFA jual rumput lapangan final Piala Dunia 2026 Foto: via FIFA.com |
Dilansir dari The Athletic, FIFA sudah mulai menjual potongan lapangan itu mulai dari harga US$ 450 atau sekitar Rp 8 jutaan (kurs Rp 17.981). Setelah pertandingan final, potongan lapangan akan dilapisi resin untuk mengawetkan rumput, lalu dikirim ke pembeli. FIFA berpotensi bisa menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 11,2 juta atau Rp 201 miliar.
Menanggapi hal itu, kantor gubernur New Jersey khawatir lapangan yang dirawat menggunakan uang pajak itu malah diraup keuntungannya oleh FIFA. Menurut dokumen yang diperoleh northjersey.com, Otoritas Olahraga dan Pameran New Jersey (NJSEA) menghabiskan US$ 13,04 juta atau Rp 240,9 miliar untuk memastikan lapangan memenuhi standar FIFA.
"Seperti yang telah dikatakan Gubernur, New Jersey membayar jutaan dolar untuk total biaya lapangan di Stadion MetLife, jadi wajib pajak New Jersey seharusnya mendapat bagian dari setiap keuntungan yang diperoleh," kata juru bicara Gubernur Mikie Sherrill, Steve Sigmund, dikutip dari The Athletic, Minggu (19/7/2026).
Di sisi lain, sumber-sumber yang dekat dengan FIFA dan panitia penyelenggara bersama mengklaim bahwa FIFA tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas penjualan itu. Panitia penyelenggara akan menerima sebagian besar hasil penjualan, lalu digunakan untuk investasi panitia di wilayah tersebut. Adapun FIFA menerima bagian pendapatan yang lebih kecil daripada panitia penyelenggara untuk penggunaan lisensi FIFA.
"Untuk klarifikasi, inisiatif penjualan lapangan rumput adalah inisiatif yang dipimpin oleh kota penyelenggara, bukan penggerak pendapatan FIFA seperti yang dilaporkan secara tidak benar dalam beberapa hari terakhir. FIFA menerima biaya royalti nominal (<5%) untuk penggunaan IP-nya, tetapi sebagian besar pendapatan yang dihasilkan oleh program ini masuk ke Panitia Penyelenggara Kota NYNJ. Selain itu, hanya sekitar lima yard lapangan rumput yang akan digunakan untuk program ini. Klaim bahwa FIFA akan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 11 juta adalah sepenuhnya salah," kata juru bicara FIFA.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini












































