Sebentar lagi laga final Piala Dunia 2026 akan digelar di New York New Jersey Stadium atau MetLife Stadium. Spanyol dan Argentina akan bermain di salah satu stadion paling besar di Liga Football Nasional (NFL).
Dilansir dari situs resminya, MetLife Stadium berlokasi di East Rutherford, New Jersey. Stadion ini merupakan rumah bagi dua klub Football, yakni New York Jets dan New York Football Giants.
Berbagai event besar sudah digelar di MetLife Stadium, mulai dari pertandingan olahraga hingga konser sejak dibuka pada 10 April 2020. Lebih dari 600 acara besar dan 3.000 acara khusus pernah diadakan di sini. Nah, kali ini stadion itu menjadi venue final Piala Dunia 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsitektur
MetLife Stadium Foto: MetLife Stadium |
Panggung megah ini dibangun sejak 5 September 2007. Desain stadion ini dirancang oleh 360 Architects, Ewing Cole, dan David Rockwell & Bruce Mau Designs.
Seluruh venue membentang seluas 195.096 meter persegi. Isinya dapat menampung 82.500 orang untuk acara football dan sepakbola, lalu 50.000 orang buat konser. Pembangunan stadion cukup fantastis, menelan US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 28,7 triliun.
Dikutip dari NSS Sports, kapasitas stadion sangat besar mencapai 82.566 penonton. Kursi stadion terbagi di tiga tingkatan yang sebagian besar simetris yang juga mencakup 218 suite mewah.
Meski memiliki fasilitas yang modern, stadion ini belum memiliki atap. MetLife Stadium tidak bisa membuka dan menutup atap layaknya arena kelas dunia lainnya.
Sementara itu, eksterior stadion terinspirasi dari gedung pencakar langit New York. dasar bangunan menggunakan batu yang terinspirasi dari batu kapur setinggi enam meter. Lalu, terdapat kulit kisi-kisi aluminium dan panel kaca di atasnya. Perimeter atas bangunan dilapisi panel surya untuk menciptakan efisiensi energi.
Elemen arsitektur stadion menggunakan finish berbagai jenis warna abu-abu. Tujuannya untuk mencegah preferensi visual brand tertentu.
Namun saat permainan, stadion memancarkan warga klub yang sedang bermain antara Giants atau Jets. Sistem pencahayaan LED canggih yang terintegrasi ke dalam fasad terinspirasi dari Allianz Arena di Munich.
Selain itu, terdapat empat papan video raksasa berukuran 9x35 meter. Videotron itu dipasang di setiap sudut stadion, memastikan penonton tidak melewatkan tayangan ulang.
Kritik
Stadion itu menuai kritik karena berbagai alasan, mulai dari lapangan dinilai menimbulkan cedera berulang para pemain hingga lokasinya yang kurang menarik. Tak hanya itu, sistem transportasi umum yang tidak memadai untuk mengantar dan menjemput penggemar dari dan ke stadion. Selain itu, desain stadion tidak disertai atap meski sudah punya fasilitas modern.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini











































