FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, Pemerintah New Jersey Protes!

FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, Pemerintah New Jersey Protes!

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Minggu, 19 Jul 2026 10:05 WIB
FIFA jual rumput lapangan final Piala Dunia 2026
FIFA jual rumput lapangan final Piala Dunia 2026. Foto: via FIFA.com
Jakarta -

FIFA mulai menjual potongan lapangan MetLife Stadium yang menjadi saksi bisu final Piala Dunia 2026 di New Jersey. Namun, rencana itu ditentang oleh pemerintah setempat karena lapangan itu dirawat pakai uang pajak.

Dilansir dari The Athletic, FIFA sudah mulai menjual potongan lapangan itu seharga US$ 450 atau sekitar Rp 8 jutaan (kurs Rp 17.981). Setelah pertandingan final, potongan lapangan akan dilapisi resin untuk mengawetkan rumput, lalu dikirim ke pembeli.

Potongan lapangan ini bermaksud sebagai barang koleksi. FIFA juga menambahkan tiga versi tambahan, yakni harganya US$ 900 atau Rp 16 jutaan, US$ 1.200 atau Rp 16,5 juta, dan US$ 3.000 atau Rp 53,9 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap dari empat varian tersebut dibatasi hingga 2.026 buah. Jika semuanya terjual, FIFA bisa menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 11,2 juta atau Rp 201 miliar.

FIFA jual rumput lapangan final Piala Dunia 2026FIFA jual rumput lapangan final Piala Dunia 2026. Foto: via FIFA.com

Menanggapi hal itu, kantor gubernur New Jersey khawatir lapangan yang dirawat menggunakan uang pajak itu malah diraup keuntungannya oleh FIFA. Menurut dokumen yang diperoleh northjersey.com, Otoritas Olahraga dan Pameran New Jersey (NJSEA) menghabiskan US$ 13,04 juta atau Rp 240,9 miliar untuk memastikan lapangan memenuhi standar FIFA.

ADVERTISEMENT

NJSEA merupakan otoritas publik dan mengoperasikan Kompleks Olahraga Meadowlands, yang merupakan lokasi Stadion MetLife. Mereka menggunakan dana tersebut untuk pekerjaan desain, konstruksi lapangan, dan peralatan serta layanan pemeliharaan lapangan.

Penjualan ini tampak seakan-akan pemerintah menanggung biaya, sedangkan FIFA mendulang keuntungannya.

"Seperti yang telah dikatakan Gubernur, New Jersey membayar jutaan dolar untuk total biaya lapangan di Stadion MetLife, jadi wajib pajak New Jersey seharusnya mendapat bagian dari setiap keuntungan yang diperoleh," kata juru bicara Gubernur Mikie Sherrill, Steve Sigmund, dikutip dari The Athletic, Minggu (19/7/2026).

Sementara itu, anggota Partai Republik di Majelis Legislatif New Jersey setuju dengan Gubernur Sherrill. Seorang anggota mengatakan FIFA tidak bisa menjual rumput lapangan dari hasil pajak New Jersey begitu saja.

"Para wajib pajak New Jersey mendanai peningkatan Stadion MetLife senilai US$ 13 juta, termasuk mengganti rumput sintetis dengan rumput alami. Selain itu, Otoritas Olahraga dan Pameran New Jersey memegang hak sewa lahan stadion. Ini adalah properti milik negara. FIFA tidak bisa begitu saja menjual lapangan sepak bola tanpa izin," ucap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Mike Inganamort.

"Apa yang terjadi bukan hanya transaksi buruk bagi para pembayar pajak New Jersey, tetapi juga ilegal. Pemerintahan Sherrill harus menggunakan setiap cara yang mereka miliki untuk menghentikan FIFA menjual lapangan kami, termasuk mengajukan perintah penahanan," tambahnya.

Menurutnya, rumput itu ditanam di kompleks milik negara dan dibayar oleh wajib pajak New Jersey. Oleh karena itu, penjualannya harus mengikuti semua aturan dan hukum yang mengatur bagaimana properti negara dijual. Itu harus menguntungkan para pembayar pajak New Jersey, bukan FIFA atau komite penyelenggara.

Di sisi lain, sumber-sumber yang dekat dengan FIFA dan panitia penyelenggara bersama mengklaim bahwa FIFA tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas penjualan itu. Panitia penyelenggara dan FIFA memiliki kesepakatan untuk menjual sebagian kecil lapangan hanya 4,5 meter.

Panitia penyelenggara akan menerima sebagian besar hasil penjualan, lalu digunakan untuk investasi panitia di wilayah tersebut. Adapun FIFA menerima bagian pendapatan yang lebih kecil daripada panitia penyelenggara untuk penggunaan lisensi FIFA.

"Untuk klarifikasi, inisiatif penjualan lapangan rumput adalah inisiatif yang dipimpin oleh kota penyelenggara, bukan penggerak pendapatan FIFA seperti yang dilaporkan secara tidak benar dalam beberapa hari terakhir. FIFA menerima biaya royalti nominal (<5%) untuk penggunaan IP-nya, tetapi sebagian besar pendapatan yang dihasilkan oleh program ini masuk ke Panitia Penyelenggara Kota NYNJ. Selain itu, hanya sekitar lima yard lapangan rumput yang akan digunakan untuk program ini. Klaim bahwa FIFA akan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 11 juta adalah sepenuhnya salah," kata juru bicara FIFA.



(dhw/abr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads