×
Ad

Mal di China Antimainstream, Ada Hutan Indoor hingga Air Terjun Raksasa

ilham fikriansyah - detikProperti
Senin, 08 Jun 2026 16:14 WIB
The Ring Shopping Center di Chongqing yang punya air terjun dalam mal. Foto: Dok. Better Future Awards
Jakarta -

Mal umumnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin berbelanja, mulai dari pakaian, barang elektronik, hingga perabotan rumah tangga. Bahkan, sejumlah mal baru punya fasilitas yang mumpuni, seperti food court modern, parkiran luas, dan arena olahraga.

Di China, mal-mal baru turut hadir di sejumlah kota besar. Uniknya, para pengembang tak hanya sekadar mendirikan pusat perbelanjaan, mereka membuat mal layaknya tempat wisata, lengkap dengan ruang terbuka yang dipenuhi pohon hingga air terjun.

Dilansir dari South China Morning Post, pengembang properti mulai fokus dalam membangun mal yang menampilkan visual tanaman hijau subur, taman terbuka, dan air terjun. Menurut mereka, desain ruang terbuka dapat menarik lebih banyak pengunjung daripada mal konvensional yang dinilai sudah membosankan.

"Konsumen semakin memandang mal sebagai tempat untuk menghabiskan waktu, bukan sekadar tempat untuk membeli produk," kata James Macdonald, kepala riset konsultan properti Savills di China.

Macdonald menilai, format mal dengan ruang terbuka dapat mendukung berbagai acara dan aktivitas yang bisa dinikmati oleh publik. Dengan begitu, mal akan selalu ramai meski konsumen sedang tidak ingin berbelanja.

"Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersantap, rekreasi, dan aktivitas sosial yang secara alami mendapat manfaat dari lingkungan yang lebih terbuka dan berskala manusia. format ruang terbuka juga membantu mal tetap aktif dan berkontribusi di malam hari," ujarnya.

Sebagai contoh, The Ring Shopping Mall atau disebut juga Chongqing Guanghan Shopping Park di Chongqing, China. Salah satu area di mal ini yang populer adalah Muguang Forest, sebuah taman indoor setinggi 42 meter yang membentang hingga 7 lantai.

Mal The Ring Shopping Center di Chongqing yang punya air terjun dalam mal. Foto: Dok. Better Future Awards

Daya tarik dari mal ini adalah sebuah air terjun indoor yang tingginya sekitar 20-24 meter. Lalu ada juga levitating tress, sebuah struktur mirip pohon atau pulau buatan yang seolah melayang di udara, dilengkapi juga dengan jembatan layang (sky walkways) yang menjadi spot foto bagi para pengunjung.

Ada juga Parc Central di Guangzhou. Mal yang dijuluki sebagai 'urban park mall' ini menggabungkan taman kota dan pusat perbelanjaan dalam satu kawasan. Di dalamnya ada banyak ruang hijau, jalur pejalan kaki, taman bertingkat, dan tersedia area duduk bagi pengunjung yang ingin sekadar menikmati taman hijau yang asri.

Mal Park Central di Guangzhou Foto: Dok. Parc Central

Dikutip dari E-architect, desain mal ini terbilang unik karena sebagian besar toko ritel dibangun di bawah tanah, lalu hanya menyisakan beberapa lantai gedung. Kemudian bagian tengahnya didesain sebagai ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh masyarakat.

Terbaru, pengembang properti asal Hong Kong, Swire Properties menginvestasikan sebesar US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 61,2 triliun (kurs Rp 18.180) untuk mendirikan Taikoo Place di Beijing, sebuah mal berkonsep hijau yang terhubung dengan perkantoran, ruang terbuka hijau, dan hotel. Proyek ini dikabarkan rampung pada akhir 2026.

Banyaknya mal yang mengusung konsep terbuka bukan tanpa alasan. Kini, masyarakat di China lebih memilih bepergian ke suatu tempat baru yang punya pengalaman unik.

"Konsumen di China semakin canggih dan mengharapkan hal-hal baru secara terus menerus. Mereka dimanjakan dengan pengalaman unik dan terus mencari sesuatu yang 'wow' atau viral," ujar kepala penyewaan ritel di CBRE China, Zino Helmlinger.

Menurut Zino, tren di masyarakat turut mengubah bagaimana cara pengembang mendirikan sebuah mal. Mereka tak lagi berorientasi pada banyaknya transaksi di toko ritel, tapi bagaimana menawarkan pengalaman unik dan baru yang akhirnya bisa mendatangkan banyak pengunjung.

"Mal di China sudah jauh lebih berorientasi pada pengalaman dan tidak lagi berfokus pada transaksi. Ibarat sebuah merek, tujuannya bukan hanya untuk menjual barang, tapi juga untuk membangun loyalitas lewat pengalaman yang bikin berkesan," tuturnya.

Mal The Ring Shopping Center di Chongqing yang punya air terjun dalam mal. Foto: Dok. Better Future Awards

Macdonald berujar, kota-kota besar seperti Shanghai, Guangzhou, Chongqing, dan Chengdu kini berlomba-lomba mendirikan berbagai pusat perbelanjaan berkonsep hijau, baik di dalam ruangan maupun ruang terbuka demi menarik banyak pengunjung.

"Konsep mal bergaya taman mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam desain perkotaan. Di kota-kota terkemuka seperti Shanghai, para pengembang semakin memprioritaskan kemudahan berjalan kaki, keberlanjutan, dan ruang publik berkualitas tinggi," imbuh Macdonald.




(ilf/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork