Kini Dianggap Primadona, Masih Layak Bekasi Dijuluki 'Planet Lain'?

Kini Dianggap Primadona, Masih Layak Bekasi Dijuluki 'Planet Lain'?

Zulfi Suhendra - detikProperti
Kamis, 09 Apr 2026 11:00 WIB
Pemkot Bekasi meniadakan CFD selama pandemi COVID-19. Meski demikian warga tetap memadati Jembatan Summarecon untuk berolahraga.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Di tengah riuhnya percakapan di media sosial, muncul satu guyonan yang sempat heboh: "Planet Bekasi'. Julukan ini lahir dari pengalaman warga yang kerap bergulat dengan jarak, cuaca panas, hingga kemacetan yang jadi makanan sehari-hari. Dari fenomena itu, Bekasi dianggap planet lain yang terpisah dari bumi.

Julukan ini menggelitik juga kerap jadi bahan cibiran warga ibu kota Jakarta saat melempar canda untuk warga-warga Bekasi. Tak ada yang tahu siapa yang pertama kali melontarkan candaan ini, namun, istilah Planet Bekasi ramai sejak tahun 2014 di media sosial. Persepsi Bekasi disebut planet lain tak terlepas dari jaraknya yang dianggap jauh dari tengah kota Jakarta, iklimnya yang panas, juga kemacetan yang kerap berkawan dengan keseharian warga.

Namun, di tengah fenomena tersebut, kawasan Bekasi semakin berbenah. Banyak simpul ekonomi baru yang tumbuh, kawasan modern baru yang berkembang, hunian yang kian nyaman, sarana komersil yang semakin lengkap juga infrastruktur pendukung yang lebih maju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat properti yang juga Direktur PT Global Asset Management, Steve Sudjianto mengatakan, Bekasi kini telah bertransformasi menjadi primadona penyangga Jakarta. Kian berkembangnya kawasan ditambah semakin banyaknya infrastruktur pendukung menjadikan Bekasi tak bisa lagi dianggap sebelah mata.

Perubahan ini perlahan menggeser cara pandang terhadap Bekasi. Jika dulu identik dengan kota tidur, kini Bekasi mulai membangun identitas sebagai kota penyangga yang mandiri. Aktivitas ekonomi tumbuh, mobilitas lebih terhubung, dan kualitas hidup warga pun ikut meningkat.

ADVERTISEMENT

Dari sisi infrastruktur, Bekasi dikepung akses strategis seperti tol Cimanggis-Cibitung, tol JORR, tol dalam kota, juga tol Becakayu. Selain itu, transportasi umum seperti KRL Commuter Line, LRT, bus Transjakarta jadi langganan warga Bekasi untuk beraktivitas.

Menurut data, setiap harinya ada 400 ribu orang warga Bekasi yang hilir mudik menuju Jakarta untuk mengadu nasib. Sebagian besar dari mereka menggunakan transportasi umum.

"Dengan banyaknya kemudahan transportasi, maka Bekasi bisa disebut menjadi kota yang primadona sekarang," kata Steve kepada detikcom.

Cerita Ihsan menggambarkan bagaimana transformasi di Bekasi terus bertumbuh. Pekerja di kawasan Senayan ini sudah meramal Bekasi akan menjadi kawasan maju sebelum memutuskan membeli sebuah apartemen Springlake di Summarecon,. Sekira 6 tahun lalu, dia memang sedang menyasar sebuah unit apartemen di Bekasi. Pilihan pria berusia 31 tahun ini mantap saat melihat tower apartemen di kawasan Summarecon.

"Alasan pilih di sana karena pengembangnya Summarecon. Dekat mal, lalu kawasannya juga sudah mulai berkembang," kisahnya pada detikcom.

Ayah beranak satu ini sudah lelah dengan angan manis pengembang lain yang menjanjikan banyak hal. Tapi di Summarecon, Ihsan mantap dan yakin.

"Waktu itu ada rencana pengembangan CBD (central business district) dan semua itu terealisasi. Di CBD dekat danau sekarang sudah makin ramai cafe, restoran, apalagi sekarang ada Summarecon Mal 2, ada sekolah, pasar, lengkap. Jadi memang sudah berkembang" katanya.

Dok: Summarecon Mal BekasiDok: Summarecon Mal Bekasi Foto: Dok: Summarecon Mal Bekasi

Ihsan boleh jadi sangat beruntung. Saat misi pencarian apartemen itu, di tower Davallia, incarannya, hanya tersisa 2 unit yang belum terjual. Tanpa ba-bi-bu dia langsung membeli apartemen itu. Dia mengaku sangat bersyukur bisa memiliki satu unit apartemen di sana.

Bicara soal fasilitas pendukung membuat rasa syukur Ihsan tambah membuncah. Pria yang hobi berolahraga ini kerap memanfaatkan fasilitas olahraga di dalam dan luar apartemen.

"Mau renang, jogging, ngegym bisa semua. Apalagi ada well ground di SMB 2, ada padel. Wah udah lengkap deh," ujarnya.

Perkembangan kawasan di Bekasi ini tak terlepas dari campur tangan pengembang. PT Summarecon Agung lewat Summarecon Bekasi menjadi otak berubahnya wajah Bekasi menjadi kota modern khususnya di Bekasi Utara. Selama 16 tahun beroperasi, Summarecon Bekasi berhasil menciptakan ekosistem yang terintegrasi antara kawasan residensial, bisnis, hingga lifestyle. Bukan hal yang mengherankan bila kemudian pengembang ini mengusung konssep live-work-play dalam proyek yang dikembangkannya.

"Saya rasa Summarecon Bekasi itu meningkatkan, bukan wujud ya, jadi suatu meningkatkan kasta dari development, suatu progres pembangunan yang menarik di wilayah Bekasi itu ya Summarecon Bekasi itu," Steve menambahkan.

Magdalena Juliati, Executive Director Summarecon Bekasi mengatakan, pihaknya tak berpuas diri. Setelah 16 tahun sukses mengembangkan kawasan kota modern, Summarecon Bekasi masih punya mimpi-mimpi untuk mengembangkan proyek-proyek baru untuk menciptakan ekosistem maju yang terintegrasi.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari penambahan area komersial hingga pembaruan wajah kota. Salah satunya melalui pengembangan fasilitas baru seperti area lifestyle, serta proyek Well Ground yang menjadi ruang aktivitas baru bagi warga.

Di sisi lain, revitalisasi kota juga terus berjalan. Perubahan terlihat dari penataan boulevard yang kini tampil lebih rapi dengan deretan pohon palem, hingga pembaruan infrastruktur jalan.

"Jalan-jalan sedang kita overlay supaya lebih nyaman, termasuk jembatan flyover yang juga akan diperbaiki. Ini bagian dari peremajaan kota agar lebih tertata dan modern," ujar Magdalena beberapa waktu lalu.

Gambaran berkembangnya kawasan di Summarecon juga tercermin dari proyek residensial ultra mewah yang tengah dikembangkan perseroan, yaitu Soultan Island, klaster super mewah bertajuk Ultra-Luxury Living in Nature's Embrace untuk konsumen yang ini memiliki kemewahan dan kenyamanan dalam sebuah hunian.

"Antusiasme konsumen tercermin dari capaian penjualan pada hari pertama soft launching. Kami berhasil mendapatkan revenue mencapai Rp 150 miliar. Penjualan tersebut termasuk unit rumah termahal senilai Rp 29,5 miliar, sebuah pencapaian impresif dan daya tarik eksklusif dari Soultan Island sebagai hunian Ultra-Luxury terbaru," kata Magdalena.

Proyek residensial ini kian menggambarkan bahwa Bekasi sudah naik kelas. Tak hanya berisi perumahan kelas menengan ke bawah, tapi juga menyasar kaum urban kelas menengah atas. Magdalena menambahkan, hadirnya Soultan pun membuka pasar lebih luas. Minat konsumen tak hanya datang dari kalangan dalam negeri, namun juga ekspatriat. Hanya saja, minat tersebut masih terkendala regulasi dan perizinan.

Meski belum sepenuhnya bergeser, minat itu sudah terlihat. Dibuktikan dengan sejumlah ekspatriat yang melakukan survei secara langsung untuk melihat potensi kawasan.

Soultan Island/SummareconSoultan Island/Summarecon Foto: Soultan Island/Summarecon

Dari sisi properti komersial, Summarecon Bekasi juga tumbuh pesat dengan pengembangan mal baru: Summarecon Mal Bekasi 2 (SMB 2) yang mengubah mindset masyarakat bahwa ke mal kini tak hanya bisa belanja.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai bahwa arah perkembangan mal ke depan akan semakin berfokus pada pengalaman dan gaya hidup yang lebih sehat. Berdasarkan Retail Services Forecast Report 2026, mal yang diminati bukan lagi sekadar pusat belanja, melainkan ruang yang menawarkan experience dan konsep wellness.

"Konsep ritel berbasis pengalaman juga semakin populer, terutama yang berpusat pada gaya hidup sehat, hiburan, dan interaksi sosial," ujar Ferry.

Jika di masa lalu fasilitas olahraga di mal identik dengan gym atau arena bowling, kini spektrumnya jauh lebih luas. Padel, go-kart, hingga berbagai olahraga indoor mulai hadir berdampingan dengan area kuliner, fesyen, dan ruang interaktif. Kombinasi ini secara tidak langsung mendorong pengunjung untuk tinggal lebih lama-bahkan kembali lagi di lain waktu.

"Mal mau tidak mau harus menjadi tempat yang enak buat nongkrong. Tempat yang bisa melakukan kegiatan olahraga dan sosialisasi. Jadi bukan sekadar tempat belanja saja. Konsep experience kini makin dominan," lanjut Ferry.

Gambaran perubahan tersebut tergambar di Summarecon Mall Bekasi 2 yang mulai beroperasi pada 4 Februari 2026. Mengusung konsep lifestyle dan experiential, mal ini dirancang sebagai ruang hidup urban bagi masyarakat yang mencari keseimbangan antara aktivitas dan relaksasi, terangkum dalam konsep 'Workout, Shop, Eat, Repeat'.

Perkembangan kawasan di Summarecon ini hanya gambaran Bekasi sudah naik kelas. Titik-titik lain di Bekasi pun tak mau kalah untuk terus bertumbuh menjadi kawasan yang aman, nyaman dan layak.

Jadi, dengan fenomena ini, masih relevankah Bekasi disebut planet lain?




(zlf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads