Kebanyakan bioskop hampir selalu berada di lantai paling atas mal sebagai pusat perbelanjaan. Hal ini bukanlah kebetulan, melainkan sebuah strategi bisnis, pertimbangan teknis, hingga kenyamanan pengunjung. Di balik layar lebar, ada perencanaan matang yang membuat posisi lantai paling atas menjadi pilihan paling ideal.
Saat pergi ke mal, banyak orang tidak sadar jika perjalanan menuju bioskop sengaja dibuat sedikit panjang. Pengunjung biasanya harus melewati berbagai tenant, restoran, dan area hiburan lainnya sebelum sampai ke bioskop. Ternyata, hal ini bukanlah tanpa alasan, tetapi bagian dari strategi agar pengunjung melihat lebih banyak tempat di dalam mal.
Dari sisi bisnis bioskop termasuk 'anchor tenant', yaitu penyewa terbesar dan paling terkenal di pusat perbelanjaan. Hal ini tentu menjadi daya tarik utama yang mampu mendatangkan banyak pengunjung.
Dilansir dari Goaprism, desain eskalator mal yang berkelok dan tak langsung menuju ke bioskop, juga merupakan bagian dari strategi. Pengunjung dipaksa melewati banyak toko, sehingga tanpa sadar mereka akan menjangkau berbagai promosi. Jika bioskop ditempatkan di lantai dasar, pengunjung cenderung langsung datang dan pergi tanpa menjelajahi area lain.
Dengan menempatkannya di lantai atas, pengelola mal bisa memaksimalkan potensi transaksi di toko-toko lain. Semakin panjang perjalanan, semakin besar peluang pengunjung melihat berbagai produk dan akhirnya melakukan pembelian impulsif. Pengunjung yang awalnya hanya ingin menonton film seringkali tergoda untuk makan atau berbelanja.
Alasan Konstruksi dan Desain
Aspek konstruksi juga menjadi pertimbangan penting untuk posisi bioskop di tempatkan di lantai paling atas. Bioskop membutuhkan ruang luas tanpa banyak kolom agar pandangan ke layar tidak terhalang. Lantai paling atas memungkinkan desain struktur yang lebih fleksibel dibandingkan lantai bawah yang harus menopang beban bangunan di atasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kenyamanan juga tak kalah penting. Lokasi di lantai atas cenderung lebih tenang dan jauh dari lalu lalang pengunjung dan kebisingan di area utama mal. Hal ini mendukung pengunjung untuk fokus menonton dengan minim gangguan.
Dari segi keamanan, penempatan bioskop di lantai paling atas mempermudah pengaturan jalur evakuasi jika suatu saat dalam kondisi darurat. Umumnya, bioskop dirancang dengan sistem khusus agar pengunjung bisa keluar dengan aman melalui akses tangga darurat.
Bisakah Bioskop Dibangun Bertingkat?
Dilansir dari Archinect, secara teknis bioskop memang bisa dibangun bertingkat, bahkan dalam satu gedung yang sama. Bahkan saat ini, beberapa kompleks bioskop modern memiliki beberapa lantai dengan layar berbeda untuk memaksimalkan kapasitas tanpa mengorbankan kenyamanan penonton.
Namun demikian, lantai paling atas tetap menjadi lokasi favorit karena memudahkan perencanaan struktur tanpa banyak kolom penyangga. Selain itu, kebutuhan ruang tinggi, yang bisa setara dua hingga tiga lantai, lebih mudah dipenuhi di bagian atas bangunan tanpa mengganggu fungsi ruang di bawahnya.
Penempatan bioskop di lantai paling atas bukan dibuat tanpa alasan, melainkan hasil pertimbangan matang dari sisi bisnis, teknik desain bangunan, dan pengalaman pengunjung. Jadi jangan heran jika bioskop kebanyakan berada di lantai atas dan desain ruangnya menjadi yang paling luas di antara ruang ataupun tenant lainnya dalam mal.
(zlf/zlf)











































