PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggelar BRI Consumer Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta mulai dari 22-24 Mei 2026. Acara tersebut menghadirkan sejumlah promo menarik untuk para pengunjung yang ingin membeli rumah dan kendaraan.
"Pada kegiatan BRI Consumer Expo 2026 ini, BRI menawarkan berbagai solusi yang menarik bagi masyarakat untuk menemukan hunian, kendaraan, hingga keperluan traveling," kata Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Dia mengatakan acara tersebut dimeriahkan dengan kehadiran 58 developer ternama di Indonesia. Kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya BRI untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pengunjung yang sedang mencari properti.
"Acara malam ini didukung oleh 58 developer ternama kemudian didukung oleh 43 merek kendaraan terkemuka dan juga akan hadir juga Travel Fair, Merchant Home & Living, dan Merchant Food & Beverage," ujarnya.
Sementara itu, Department Head Secured Loan Region 6 Bank BRI, Cipto Haryabri mengatakan dalam acara tersebut, pihaknya menghadirkan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) cukup ringan. Khusus untuk KPR suku bunga 1,75% fixed 1 tahun dan KKB 1,59% tenor 1 tahun.
Menurutnya, kehadiran suku bunga tersebut membuat hunian yang diinginkan menjadi lebih mudah terjangkau. Setelah masa fixed 1 tahun berakhir, pihaknya juga menawarkan suku bunga berjenjang. Lewat penawaran tersebut diharapkan masyarakat bisa lebih mudah untuk mendapatkan rumah impian.
"Jadi satu tahun saya paling inget tuh fix satu tahunnya tuh 1,75%. Kemudian kita ada suku bunga berjenjang, itu yang sangat menarik," jelasnya.
Menurutnya, kehadiran suku bunga berjenjang sebagai upaya untuk mengantisipasi kenaikan angsuran dengan jumlah cukup besar yang kerap membuat nasabah menjadi 'kaget'.
"Nah kadang-kadang nih kita kalau beli rumah itu, kita tuh suka kaget ketika suku bunganya floating. Kan ada dua mekanisme suku bunga, fix and float sama suku bunga berjenjang. Nah ketika floating tuh biasanya masalah kaget, karena kenaikannya cukup tinggi lah dari fixnya," ungkapnya.
"(Lewat suku bunga berjenjang) Nah jadi kita bisa mengimbangi cicilan kita dengan peningkatan penghasilan kita," tambahnya.
Selain itu, dia mengatakan membeli properti juga menghadirkan keuntungan sendiri. Sebab properti merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup menguntungkan karena nilainya cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Apalagi properti yang dimiliki berada di lokasi strategis. Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki properti.
"Kalau ngomongin rumah, memang secara nilai rumah itu paling stabil dan setiap tahunnya itu pasti naik," tutupnya.
(akd/ega)