Sebuah rumah di Wonogiri viral karena bentuknya yang tak biasa. Bangunan ini menyerupai bus tingkat atau double deck yang biasa melayani perjalanan antar kota.
Bangunan ini bukan sebuah monumen atau bangunan kantor. Pemiliknya adalah warga Wonogiri, Supardi (43) yang kebetulan memiliki ketertarikan terhadap bus antara kota Agramas jenis Scania K-410.
Lokasi rumah ini berada di depan SMPN 2, tepatnya di Dukuh Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspirasi Supardi Bangun Rumah Berbentuk Bus Double Deck
Supardi merupakan tukang bangunan yang telah bekerja sejak lulus SMP hingga merantau ke Jakarta. Kariernya cukup melejit selama menjadi tukang bangunan hingga sempat menjadi pemborong. Pandemi Covid-19 membawanya kembali ke kampung halaman.
Kemudian, ia memutuskan untuk membeli tanah seluas 90 meter persegi di dekat rumah mertuanya dan membangun rumah impian.
Ide membuat bangunan berbentuk bus double deck didapat dari bus yang kerap digunakan saat mudik. Ia merasa jika membuat rumah biasa berbentuk kubus dengan atap segitiga, biasa saja sehingga ia mencari 'sensasi' dengan bentuk yang unik.
"Belum ada setahun ini (ide membuat rumah berbentuk bus). Saya beli tanah dan coba saya sesuaikan. Kalau saya bikin yang biasa-biasa saja kok nggak ada sensasinya. Jadi saya ingin tampil beda," ucapnya kepada detikJateng, seperti dikutip detikcom pada Jumat (24/4/2026).
Punya 2 Bangunan
Rumah berbentuk bus ini memiliki 2 bangunan utama yang sama-sama bus. Pembedanya adalah ukurannya ada yang besar dan kecil.
Bangunan yang besar memiliki lebar 3 meter, panjang 13 meter, dan tinggi 5 meter. Lalu, bangunan di sampingnya yang lebih kecil memiliki lebar 2,5 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 4 meter. Sementara itu, dimensi asli bus Scania K-410 yakni panjang 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4 meter. Sementara, luas lahan yang digunakan adalah 90 meter persegi.
"Kalau di sini (ruangan bus besar) digunakan untuk ruang tamu, ruang keluarga. Kalau yang sana (bus kecil) mungkin untuk ruang makan," kata Supardi.
Di dalamnya sudah terdapat karpet, meja kecil, dan kipas angin di area ruang keluarga dan ruang tamu. Beberapa perlengkapan dapur juga sudah memenuhi area dapur. Di dekat kamar tersebut tangga menuju ruangan di atasnya.
Mulai dari dinding fasad, bagian dalam hingga lantai masih berbentuk semen acian, belum dicat ataupun dipasang keramik. Bahkan langit-langit rumahnya tidak ditutup gypsum atau material lainnya melainkan langsung atap dan kerangka baja ringan.
Lalu, jendela di rumah ini cukup banyak layaknya bis sungguhan, tetapi jendelanya tidak bisa dibuka tutup alias jendela mati sehingga sirkulasi udara hanya dari pintu yang dibuka. Ia berencana memasang AC agar tidak panas.
Pada bagian depan bangunan bus, ia ingin dihias seperti dasbor bus lengkap dengan setir, dan kursi pengemudi. Ia juga sudah siap memasang lampu LED pada bagian depan, termasuk memasang kaca spion, dan mengganti kaca depan dengan mika.
"Pintu (samping bangunan) keinginan saya seperti bus, sleding ke luar, dan ada tangga yang keluar. Insyaallah mau saya buat seperti itu. Pelek saya buat dari semen, ada bautnya," ucapnya.
Namun, saat ini hiasan tersebut harus ditahan dulu hingga dirinya mendapat izin dari perusahaan pengelola bis PO Agramas selaku pemegak lisensi atas desain mobil dan logo bus tersebut.
Pembangunan Belum Rampung 100 Persen
Rumah Supardi lebih dulu viral sebelum benar-benar selesai dibangun. Ia membangun pada awal tahun 2026 dan memutuskan tinggal di dalamnya sebelum lebaran. Total 6 minggu pengerjaan untuk bangunan intinya.
Supardi bertindak sebagai arsitek, tukang bangunan, dan ahli sipil dengan patokan desain dari miniatur bus double deck. Ia dibantu oleh 6 orang tukang bangunan lainnya selama pembangunan.
Meskipun belum dicat dan baru selesai 60 persen, ia bertekad akan menyelesaikannya sembari mengumpulkan anggarannya.
Modal yang dikeluarkan sejauh ini sekitar Rp 125 juta dengan biaya tanah Rp 35 juta.
"Sudah habis Rp 125 juta. Harga tanahnya Rp 35 juta," ungkap Supardi.
(aqi/das)










































