Pemilik rumah berbentuk bus tingkat di Wonogiri, Supardi (43), mengungkapkan pembangunannya dilakukan sendiri dibantu oleh 6 tukang bangunan lain.
Desain rumah mengikuti miniature bus jenis Scania K-410. Saat menentukan ukuran rumah, ia menghitung dengan skala 1:20 agar mirip dengan bus asli.
"Iya (miniatur ini untuk contoh konsep membangun rumah)," kata Supardi saat ditemui detikJateng di rumahnya, seperti dikutip detikcom pada Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang bekerja sebagai tukang bangunan ini membuat 2 ukuran bus. Pertama dengan lebar 3 meter, panjang 13 meter, dan tinggi 5 meter. Lalu, bangunan di sampingnya yang lebih kecil memiliki lebar 2,5 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 4 meter. Sementara itu, dimensi asli bus Scania K-410 yakni panjang 13,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4 meter.
Alasan ia membuat 2 bus dengan ukuran berbeda untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ruang yang ada. Area depan bangunan bus yang kecil dimanfaatkan untuk garasi, area depan rumah dipakai sebagai ruang tamu dan ruang keluarga. Area bus kecil untuk dapur dan ruang makan.
Penampakan bagian dalam rumah mirip bus di Wonogiri Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
"Kalau di sini (ruangan bus besar) untuk ruang tamu, ruang keluarga. Kalau yang sana (bus kecil) mungkin untuk ruang makan," terang Supardi.
Bangunan ini berdiri di lahan seluas 90 meter persegi yang ia beli setelah kembali ke kampung usai lama merantau di Jakarta. Sebelumnya ia dan keluarganya tinggal di rumah mertua.
Pembangunannya belum lama dimulai, yakni sejak awal tahun sebelum puasa. Dalam waktu 6 minggu, ia sudah menyelesaikan 60 persen. Modal yang dikeluarkan sejauh ini sekitar Rp 125 juta dengan biaya tanah Rp 35 juta.
"Sudah habis Rp 125 juta. Harga tanahnya Rp 35 juta," ungkap Supardi.
Ide untuk membangun rumah berbentuk bus muncul tahun lalu dan rampung sebelum lebaran. Rumah unik ini belum selesai 100 persen. Supardi akan menyelesaikan secara bertahap, dan saat ini baru selesai sekitar 60 persen. Ia akan kembali melanjutkan pembangunan rumahnya saat anggarannya cukup.
Biaya terbesar dihabiskan untuk besi tulangan. Material ini sangat dibutuhkan agar bangunan tampak melayang atau hanya ditopang oleh roda selayaknya bus asli.
Pada Pembangunan tahap kedua, Supardi akan melakukan finishing dan memasang interior. Rumahnya saat ini cukup panas karena semua jendelanya paten dan sirkulasi udara hanya dari pintu yang dibuka. Maka itu ia akan memasang AC.
Penampakan bagian dalam rumah mirip bus di Wonogiri Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Pada bagian depan bangunan bus rencananya akan dihias dasbor bus lengkap dengan setir, dan kursi pengemudi. Ia juga sudah siap memasang lampu LED pada bagian depan, termasuk memasang kaca spion, dan mengganti kaca depan dengan mika.
"Pintu (samping bangunan) keinginan saya seperti bus, sliding ke luar, dan ada tangga yang keluar. Insyaallah mau saya buat seperti itu. Pelek saya buat dari semen, ada bautnya," ucapnya.
Meskipun belum rampung, keberadaan rumah ini sudah menghebohkan netizen dan warga sekitar karena bentuknya yang unik.
Artikel ini sudah tayang di detikJateng.
(aqi/aqi)













































