Kawasan Selatan Jakarta seperti Sawangan, Depok masih ramai diminati pencari rumah. Lokasi ini diperkirakan bakal menjadi primadona bagi warga Jakarta Selatan yang mencari hunian di pinggiran kota.
Menurut Direktur Sales & Marketing Gardens at Candi Sawangan Aileen Chandra, salah satu daya tarik utama Sawangan adalah harga rumah yang kompetitif dibandingkan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Lalu, akses kawasan yang strategis juga memperkuat nilai kawasan, mengingat masyarakat dapat melalui Tol Desari, Tol Cinere-Serpong, hingga Tol Pamulang-BSD.
"Kini Sawangan berkembang menjadi kawasan hunian hijau dengan fasilitas lifestyle dan komersial yang terus tumbuh. Konsep smart city dan rencana pengembangan Margonda 2 juga ikut mendorong daya tarik kawasan," ujar Aileen dikutip dari keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pasar properti Jabodetabek pada awal 2026, menunjukkan tren stabil dengan kecenderungan meningkat. Hal ini terutama pada segmen rumah tapak seharga Rp 800 juta-an hingga Rp 2 miliar.
Melihat tren dan respons pasar saat ini, Sawangan diperkirakan menjadi salah satu kawasan residensial paling prospektif di selatan Jakarta sepanjang 2026.
Selain itu, awal 2026 menjadi momentum untuk memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sehingga mendorong minat pembelian rumah, terutama kelas menengah atas. Tren positif itu pun terjadi pada penjualan rumah di Gardens at Candi Sawangan.
Aileen mengatakan pembeli rumah di Gardens at Candi Sawangan didominasi oleh pasangan muda dan keluarga muda. Mereka merupakan end user dan upgrader dari Depok, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan.
"Awal tahun biasanya menjadi momen keluarga menyusun perencanaan finansial. Ditambah insentif PPN DTP, awareness kawasan yang semakin kuat, tren healthy living, dan aksesibilitas yang makin baik, ini menjadi kombinasi yang sangat positif," jelasnya.
Klaster yang ditawarkan memiliki rumah dengan satu hingga dua lantai. Konsep bangunannya modern tropical dengan smart home. Rumah tersebut dibanderol mulai dari Rp 800 juta-an hingga sekitar Rp 2 miliar.
Tipe yang paling diminati adalah rumah 2-3 kamar tidur. Rumah itu juga punya layout yang fleksibel buat work from home (WFH) maupun ruang keluarga tambahan.
Di samping itu, pengembang akan meluncurkan klaster baru pada kuartal III 2026. Rumah yang dihadirkan memiliki sistem smart living yang menyasar keluarga mapan dan upgrader.
Di sisi lain, Gardens at Candi Sawangan mempunyai The Good Padel Club Sawangan dan fasilitas EV Charging Station pada akhir 2025. Kedua fasilitas itu untuk mendukung konsep green living serta mengakomodir tren olahraga padel.
"Fasilitas ini memperkuat positioning kawasan sebagai Green Open Space Area dan Sustainable Living Community," kata Aileen.
Lalu, terdapat sejumlah kolaborasi mulai dari event komunitas, fun match olahraga, hingga aktivasi tenant F&B.
Dengan luas kawasan sekitar 250 hektare, Gardens at Candi Sawangan didesain sebagai kawasan terintegrasi berbasis komunitas. Kawasan ini mempunyai zoning hunian dan komersial, ruang terbuka hijau luas, fasilitas olahraga, clubhouse, hingga area publik untuk event.
"Konsepnya bukan hanya hunian, tetapi membangun ekosistem sosial dan aktivitas sehat. Kami ingin penghuni tidak sekadar tinggal, tetapi tumbuh bersama komunitasnya," tuturnya.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)











































