Tren Baru: Gen Z Pilih Beli Rumah di Bodetabek, Dekat KRL dan LRT

Tren Baru: Gen Z Pilih Beli Rumah di Bodetabek, Dekat KRL dan LRT

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 26 Feb 2026 10:02 WIB
Acara Sinar Mas Land Property Outlook 2026 di Jakarta
Acara Sinar Mas Land Property Outlook 2026 di Jakarta Foto: Danica Adhitiawarman
Jakarta -

Generasi muda saat ini ternyata banyak mencari rumah tapak di wilayah pinggir Jakarta. Mereka juga memilih lokasi dengan akses transportasi mudah, yakni dekat kawasan transit oriented development (TOD).

Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia Martin Hutapea menyebut sektor properti cukup kuat, khususnya rumah tapak lantaran Indonesia memiliki bonus demografi yang kuat. Ia meyakini sektor properti akan bertumbuh positif, terutama didukung subsektor residential dan industrial.

Perumahan di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) juga sangat menjanjikan. Banyak orang berbondong-bondong pindah ke kawasan ini untuk bekerja di Jakarta dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang 2025, mayoritas pembeli properti berusia 25-39 tahun, meningkat 0,4 persen. Mereka membeli rumah tapak di pinggir kota Jakarta dekat kawasan TOD.

"Gen Z dan Milenial banyak cari itu sekarang justru bukan di tengah-tengah kota, tapi justru di pinggiran," kata Martin dalam acara Sinar Mas Land Property Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (26/2/2026).

ADVERTISEMENT

Kawasan Jabodetabek menjadi barometer pergerakan ekonomi. Banyak orang berdatangan kerja di Jakarta, tetapi harga beli maupun sewa properti sangat mahal. Mereka pun mencari rumah tapak di kawasan sekitar, yakni Bodetabek.

Kaum generasi tersebut menginginkan infrastruktur yang memiliki akses transportasi massal seperti KRL dan LRT. Mereka memilih hunian dekat kawasan TOD.

Kemudian, mereka mencari lingkungan banyak fasilitas pendukung seperti retail, restoran, rumah ibadah, dan kawasan hijau.

Selain itu, Martin menyebut rentang harga rumah yang paling banyak diincar Gen Z dan Milenial ada di angka Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Pembelian didominasi metode kredit pemilikan rumah (KPR) dengan uang muka 10-30 persen dan tenor 15-20 tahun.

Untuk bisa punya rumah, pola pembelian anak muda menabung pada usia 21-30 tahun buat bayar uang muka rumah. Pada masa itu mereka masih menyewa hunian.

Lalu, ketika ingin menikah atau setelah menikah, barulah mereka memutuskan buat beli rumah sekitar usia 32 tahun. Pembelian rumah terbantu karena ada joint income dengan pasangan.

Sementara itu, Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta mengatakan Sinarmas Land memang menargetkan Gen Z dan Milenial dengan strategi marketing. Mereka menawarkan produk yang terjangkau untuk anak muda.

"Kita melakukan riset pasar dan adaptive marketing kita juga membuat kita men-tailor juga kita punya produk supaya bisa penetrate atau menyasar market sampai dengan Rp 2 miliar," kata Herry.

Apalagi saat ini ada kebijakan insentif pajak beli rumah atau pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga Rp 2 miliar. Menurutnya, kebijakan tersebut berkontribusi signifikan membantu pembeli rumah.

Selain itu, pihaknya melakukan sejumlah strategic partnership dalam peluncuran produk baru. Lalu, menambah fasilitas di township, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, dan sport center.

"Jadi itulah strategi kita untuk membuat kita punya township atau city kita berbeda dan bisa kompetitif menghadapi dinamika pasar, dinamika global, di mana kita melihat juga sangat positif kita punya market," ucapnya.

Pasar properti masih sangat prospektif. Perusahaan tentu perlu membuat strategi untuk masing-masing proyek, membuat produk dan segmen produk yang sesuai dengan pasar.

Segmen selama 2-3 tahun terakhir pasca COVID-19, minat konsumen sekarang didominasi oleh end user. Harga rumah pun perlu disesuaikan untuk setiap proyek di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Untuk menyesuaikan minat pasar, perusahaan melakukan perubahan dari desain rumah, seperti penambahan ruang yang bisa dikonversi jadi ruang kerja. Hal ini untuk mengakomodir pekerja work from home (WFH).

Kemudian, bangunan lebih mengedepankan prinsip keberlanjutan dari segi material. Mengingat, Gen Z dan Milenial punya kesadaran dan perhatian terhadap isu tersebut.

Gaya arsitektur pun mengikuti tren, seperti perubahan dari modern menjadi art deco. Semua perlu ada riset pasar agar relevan dan adaptif dengan minat pasar.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads