×
Ad

Prabowo Yakin Program Perumahan Bisa Bikin Ekonomi Tumbuh 8%

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Senin, 09 Mar 2026 10:30 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo dalam acara Groundbreaking Rumah Susun Subsidi di Meikarta. Foto: Danica Adhitiawarman
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan Presiden Prabowo Subianto meyakini Program 3 juta Rumah dapat berkontribusi sampai 2 persen untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga 2029. Hal itu kalau penyediaan 3 juta rumah terwujud setiap tahun.

"Saya amat yakin dan Presiden amat yakin bahwa kita akan mencapai 8 persen karena dari perumahan saja kita sudah hitung 1,5 sampai 2 persen," kata Hashim di Kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).

Hal itu disampaikannya dalam acara Groundbreaking Rumah Susun Subsidi di Meikarta.

Sebab, industri perumahan menggerakkan 185 bidang ekonomi. Industri perumahan dinilai memiliki dampak multiplier yang luar biasa terhadap ekonomi, bisa 1,5 hingga 5 kali.

Dengan membangun 140 ribu unit rusun saat ini saja dapat mendorong pembelian banyak perabotan seperti tempat tidur, lemari, dan produk elektronik.

Ia juga mengungkap alasan Prabowo ingin mewujudkan Program 3 Juta Rumah. Program ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketika Prabowo dinyatakan terpilih menjadi presiden, Hashim ditugaskan untuk ikut menyusun program pemerintah. Ia pun mencari cara mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia minimal mencapai target 8 persen.

Data yang mencolok pada saat itu adalah backlog kepemilikan rumah. Ternyata ada sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga belum punya rumah dan menanti rumah layak huni.

"Salah satu statistik yang sangat-sangat nampak di depan saya dan tim saya adalah begitu besar dan banyak warga kita yang menunggu rumah yang layak huni. Ternyata di Indonesia ini yang sudah terdaftar itu antara lain 9-15 juta keluarga," ucapnya.

Selain itu, ia juga menemukan data bahwa 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Keluarga tersebut tinggal di bangunan yang sebenarnya tak dapat dikatakan sebagai rumah, bentuknya ada yang gubuk dan gedek. Oleh karena itu, pihaknya punya tujuan untuk menyediakan rumah layak huni.

"Maka Pak Prabowo sudah memutuskan (bikin Program 3 Juta Rumah) dan ini ada latar belakang dan juga ada dasar ekonomi," tuturnya.

Adapun pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta saat ini dinilai dapat menjadi contoh bagi proyek lain. Ia berterima kasih atas dukungan pihak swasta maupun pemerintah dalam mewujudkan proyek tersebut.

"Saya kira ini akan menjadi salah satu proyek teladan. Satu contoh yang baik untuk proyek-proyek lainnya di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) sudah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rusun subsidi di Meikarta. Rusun itu akan dibangun dengan memanfaatkan lahan hibah dari Lippo Group.

Dalam pembukaan acara, Ara mengatakan rusun subsidi dibangun di atas lahan 30 hektare. Nantinya, akan ada sekitar 140.000 unit rusun.

"(Lahan) 30 hektare ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara, Pak James, dan tim kita kurang lebih bisa 140 ribu unit (rusun)," ujar Ara di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini



Simak Video "Video Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Disambut Upacara Kenegaraan di Blue House"

(dhw/dhw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork