×
Ad

Dilanda Banjir Bertubi-tubi, Nasib Warga Green Lavender Bekasi Terombang-ambing

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 30 Jan 2026 09:32 WIB
Penampakan banjir di Perumahan Green Lavender Bekasi pada Kamis (29/1/2026). Foto: Dok warga Perumahan Green Lavender Bekasi
Jakarta -

Perumahan Green Lavender Bekasi kembali terendam banjir pada Kamis (29/1/2026). Ini merupakan banjir kesekian kalinya sejak Minggu (18/1/2026).

Tinggal di lingkungan langganan banjir tidak mudah. Menurut pengakuan salah satu warga, Afrizal, ia harus kembali mengungsi sejak pagi karena air kembali meluap hingga selutut orang dewasa pada pukul 10.00 WIB.

Tim detikcom menghubungi Afrizal sekitar pukul 11.00 WIB dan ia mengatakan air di depan rumahnya sudah menyentuh paha orang dewasa. Airnya berwarna kecoklatan keruh dan berarus dari arah yang sama. Ia tidak mengetahui asal air tersebut. Pada video yang ia bagikan, lingkungan rumahnya tidak hujan hanya awan mendung terlihat di langit. Hujan diketahui hanya pada malam hari dan pagi tidak sama sekali hujan.

"29 Januari ini air arusnya kenceng banget dari kemarin kayak lautan. Ini udah mau mulai penuh lagi (naik ketinggiannya). Saya mau ke blok E, airnya udah mau setinggi dengkul orang dewasa. Di blok E, rumah saya ketinggian air sudah segini (paha orang dewasa), udah mulai tinggi lagi," kata Afrizal dalam video yang dibagikan kepada detikcom pada Kamis (29/1/2026).

Kondisi dalam rumah Afrizal sudah tergenang air. Barang-barang berukuran besar dinaikkan setinggi mungkin agar tidak terendam. Kulkas, kasur, hingga kipas angin diletakkan di atas meja.

Terpisah, warga blok lain, bernama Kanisya juga menyampaikan hari ini banjir kembali melanda perumahannya. Ia tinggal di blok F dan saat ini tengah mengungsi di rumah kerabat di Jakarta. Kabar yang ia terima pukul 10.00 WIB sama seperti pernyataan Alfriza, air sudah setinggi lutut.

"Air baru aja naik. Untuk sekarang di blok F sudah selutut katanya, airnya perlahan makin naik," sebut Kanisya.

Nasib Rumah Warga yang Dindingnya Jebol

Penampakan dinding rumah warga di Perumahan Green Lavender Bekasi yang jebol karena banjir Foto: Kanisya

Pada minggu lalu saat air mengepung perumahan bak air di lautan, banyak dinding rumah warga jebol, terutama di bagian belakang penutup dapur dan dinding pagar. Kanisya merupakan salah satu warga yang rumahnya jebol. Video yang memperlihatkan kondisi rumahnya yang jebol setelah banjir minggu lalu, viral di media sosial.

Kanisya mengungkapkan saat ini beberapa rumah sudah mulai diperbaiki oleh pengembang (developer). Perbaikan di rumahnya sudah dimulai sejak Selasa (27/1/2026) saat banjir sudah surut. Pengembang langsung membuat dinding yang baru sampai diplester rapi. Selain dinding, pintu-pintunya juga ikut diganti.

"Sudah diperbaiki temboknya dibikin ulang diplester juga. Yang diperbaiki cuma tembok belakang yang jebol bawaan mereka sama pintu-pintu yang jebol," ungkapnya.

Banjir Bikin Warga Trauma Pulang ke Rumah

Meskipun rumahnya sudah diperbaiki, Kanisya mengungkapkan masih tidak berani untuk kembali menempati rumahnya di saat musim hujan. Sebab, ini bukan pengalaman pertamanya menghadapi banjir. Sudah berulang kali tetapi tidak ada yang bisa mengatasi.

"Alhamdulillah udah diperbaiki kak tapi kalo untuk ditempatin lagi aku ragu abis dalam setahun udah lebih dari 5 kali banjir. Januari ini saja dari tanggal 18 sampai sekarang banjir mulu surut bentar doang," kata Kanisya dalam pesan singkat.

Ada Warga yang Rugi Sekitar Rp 50 Jutaan Imbas Banjir

Afrizal mengatakan perkiraan kerugian imbas banjir sejak tinggal di sana pada 2024 bisa mencapai Rp 50 jutaan. Kerugian itu berasal dari kerusakan pada barang elektronik, barang di rumah, kondisi rumah, dan lain-lain.

"Kerugian selama saya tinggal di sini sudah ada Rp 50 juta. Rumah saya jebol juga bagian tembok teras. Motor saya rusak kayanya harus turun mesin," sebut Afrizal.

Bukan hanya Afrizal, warga lainnya, yakni Mario (nama disamarkan) juga mengaku sudah merasa dirugikan tinggal di lingkungan yang sering banjir. Banyak perabotan rumahnya terendam, terutama barang elektronik.

Namun, yang paling menghambat adalah dirinya tidak bisa leluasa untuk berangkat bekerja. Ia sudah izin selama seminggu karena banjir tak kunjung surut.

"Waduh kalo masalah kerugian mah pasti gede karena kerugiannya bukan cuman materi tapi dari pekerjaan semua terganggu. Belum juga mental pasti terganggu. Saya sendiri saja kurang lebih sudah seminggu nggak masuk kerja. Saya sendiri hari ini mutusin untuk ngantor karena sudah kelamaan izin nggak enak," ungkap Mario.

Bahkan Kanisya kehilangan sebagian besar barang-barangnya karena terseret air setelah dindingnya jebol. Belakang rumahnya adalah lahan sawah sehingga tidak ada penahan. Sementara, luas lubang yang tercipta hampir seluruh dinding belakang rumahnya.

"Sudah diperbaiki temboknya dibikin ulang diplester juga. Yang diperbaiki cuma tembok belakang yang jebol bawaan mereka sama pintu-pintu yang jebol," ungkapnya.

Lihat juga Video 'Daftar Titik Banjir di Jakarta Barat':




(aqi/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork