Banjir kembali menerjang Perumahan Green Lavender Bekasi. Ini merupakan banjir kesekian setelah terakhir air naik hingga seleher orang dewasa pada Minggu (18/1/2026). Tampilan airnya berarus bak berada di lautan.
Berdasarkan pengakuan salah seorang warga, Afrizal, pada Kamis (29/1/2026) banjir kembali meluap ke area perumahan sekitar pukul 10.00 WIB dan naik dengan cepat pada pukul 11.00 WIB setinggi lutut-paha orang dewasa.
Afrizal membagikan beberapa video yang diambilnya pukul 11.40 WIB di sekitar perumahan dan air sudah menutupi seluruh jalan. Air berwarna kecoklatan keruh itu berarus dari arah yang sama. Ia tidak mengetahui asal air tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"29 Januari ini air arusnya kenceng banget dari kemarin kayak lautan. Ini udah mau mulai penuh lagi (naik ketinggiannya). Saya mau ke blok E, airnya udah mau setinggi dengkul orang dewasa. Di blok E, rumah saya ketinggian air sudah segini (paha orang dewasa), udah mulai tinggi lagi," kata Afrizal dalam video yang dibagikan kepada detikcom pada Kamis (29/1/2026).
Dalam video tersebut keadaan sedang tidak hujan, tetapi awan gelap menutupi langit. Perumahan tersebut tampak sepi, tidak terlihat orang berkeliaran di luar.
Kondisi dalam rumah Afrizal sudah tergenang air. Barang-barang berukuran besar dinaikkan ke meja, seperti kulkas, kasur, hingga kipas angin agar tidak terendam.
Penampakan banjir di Perumahan Green Lavender Bekasi pada Kamis (29/1/2026). Foto: Dok warga Perumahan Green Lavender Bekasi |
Terpisah, warga blok lain, bernama Kanisya juga menyampaikan hari ini banjir kembali melanda perumahannya. Ia tinggal di blok F dan saat ini tengah mengungsi di rumah kerabat di Jakarta. Kabar yang ia terima pukul 10.00 WIB sama seperti pernyataan Alfriza, air sudah setinggi lutut.
"Air baru aja naik. Untuk sekarang di blok F sudah selutut katanya, airnya perlahan makin naik," sebut Kanisya.
Menurut Kanisya air yang meluap merupakan luapan dari Sungai Cikarang-Bekasi-Laut (CBL) dan Kali Bekasi.
"Naik sepertinya dapet kiriman lagi dari Kali CBL sama Kali Bekasi, ini yang di sana udah pada ngungsi lagi," ungkapnya.
Ada pun, Perumahan Green Lavender Bekasi sudah dilanda banjir selama seminggu. Menurut Afrizal banjir sempat surut pada Rabu (28/1/2026), tetapi hari ini air kembali naik.
"Ketinggian air dari jam 10 sampai jam 11 itu cepet banget naiknya. Nggak tahu nih, kita juga bingung padahal kita kemarin baru selesai beres rumah karena kan kemarin air itu dah surut udah kering," terangnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Rabu (28/1/2026) sudah bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) membahas penanganan banjir di wilayah Bekasi khususnya pada Sungai CBL.
"Yaudah Bekasi, Cikarang rapihin saja. Nanti saya back up," kata pria yang kerap disapa KDM kepada Kepala BBWSCC David Partonggo Marpaung, seperti yang dilihat detikcom dari unggahan resmi @pu_sda_ciliwungcisadane.
Kepala BBWSCC David Partonggo Marpaung juga mengecek kondisi saluran sekunder Rawa Baru BTB 43 Intek yang mengalir menuju saluran sekunder Gabus Dukuh yang melewati Perumahan Nebraska dan Kawasan sekitarnya, hingga bermuara di Sungai CBL.
(aqi/das)

