Perumahan di Green Lavender sejak minggu lalu menjadi sorotan karena terendam banjir dengan ketinggian hingga leher orang dewasa. Air yang tinggi menyebabkan beberapa dinding rumah warga jebol, terutama area belakang dekat dengan dapur.
Kerusakan ini diperkirakan terjadi sejak Jumat (23/1/2026) pada saat air masih tinggi. Beruntungnya, saat ini beberapa rumah sudah mulai diperbaiki oleh pengembang (developer). Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Green Lavender Bekasi, Kanisya. Dinding rumahnya juga jebol pada bagian belakang.
"Alhamdulillah udah diperbaiki tapi kalau untuk ditempatin lagi aku ragu abis dalam setahun udah lebih dari 5 kali banjir. Januari ini saja dari tanggal 18 sampai sekarang banjir mulu surut bentar doang," kata Kanisya dalam pesan singkat kepada detikProperti pada Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan di rumahnya sudah dimulai sejak Selasa (27/1/2026) saat banjir sudah surut. Pengembang langsung membuat dinding baru sampai diplester rapi. Selain dinding, pintu juga ikut diganti.
"Sudah diperbaiki temboknya dibikin ulang diplester juga. Yang diperbaiki cuma tembok belakang yang jebol bawaan mereka sama pintu-pintu yang jebol," ungkapnya.
Sementara itu, untuk dinding pagar rumah yang jebol, itu di luar tanggung jawab pengembang karena sejak awal yang bangun adalah pemilik rumah.
Kanisya bercerita kabar dinding rumah belakangnya jebol didapat dari tetangganya. Pada saat itu air masih menggenang cukup tinggi sehingga dia tidak bisa datang langsung.
"Tanggal 23 dapat video dari bapak-bapak pengurus mereka keliling buat cek kondisi rumah warga pake perahu karet, itu kondisi banjir di luar rumah seleher orang dewasa," jelas Kanisya.
Ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah. Sementara tetangganya yang mengalami hal serupa mencoba menghubungi pengembang untuk meminta solusi. Namun pada saat itu komunikasi buntu.
"Pasrah doang kita mah. Orang aku liat yang lain ngeluh ke developernya eh malah developer adu nasib jadinya aku males ngehubungin developer," ungkapnya.
Banyak barang milik keluarga Kanisya yang hanyut terbawa air. Padahal semula jika keadaannya air hanya naik, masih bisa selamat dengan meninggikan posisinya.
"Barang-barang yang tadinya aman tapi karena temboknya jebol, arus sama anginnya kenceng, jadinya pada ambruk semua barang-barang, nggak ada yang selamat kak," ujarnya.
Beruntungnya, setelah ada pertemuan antara warga dan pihak pengembang atas undangan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Senin (26/1/2026) lalu, pihak pengembang bersedia memperbaiki rumah warga yang jebol.
Menurutnya belum semua rumah yang diperbaiki pengembang mengingat perumahan kembali tergenang hari ini. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap.
Sebelumnya diberitakan, salah satu warga, Eka Putri, mengatakan banjir belum kunjung surut sejak air naik dua hari yang lalu. Warga sudah meninggalkan rumah, dievakuasi ke tempat yang aman, yakni di perumahan lain yang juga dibangun oleh pengembang yang sama.
"Masih banjir masih seleher orang dewasa dan banyak rumah yang jebol juga," kata Eka dalam pesan singkat ketika dihubungi detikcom pada Sabtu (24/1/2026).
Terpisah, menurut salah satu warga perumahan, Mario (nama disamarkan), rata-rata rumah yang dindingnya jebol sudah dibeli dan jumlahnya sekitar 100 rumah dari 1.200 unit rumah di sana.
"Untuk saat ini sih rumah-rumah yang tembok belakangnya rubuh hampir 90 persen rumah yang sudah dibeli. Bahkan sudah ditempati warga. Ada sekitar kurang lebih 100 rumah (jebol)," ungkapnya.
(aqi/das)










































