Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi sejak Kamis (22/1) terendam banjir setinggi leher orang dewasa. Air merendam ratusan rumah hingga tidak terlihat mana batas daratan bak terkepung air di lautan.
Menurut pengakuan salah satu warga, Eka Putri, banjir belum kunjung surut sejak air naik dua hari yang lalu. Warga sudah meninggalkan rumah, dievakuasi ke tempat yang aman, yakni di perumahan lain yang juga dibangun oleh pengembang yang sama.
"Masih banjir masih seleher orang dewasa dan banyak rumah yang jebol juga," kata Eka dalam pesan singkat ketika dihubungi detikcom pada Sabtu (24/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah berikutnya yang ditemui adalah banyak dinding rumah warga yang jebol. Dalam beberapa video yang diambil hari ini, terlihat dinding yang jebol adalah dinding belakang rumah yang merupakan bagian dapur dan dinding pagar rumah.
Dinding rumah di Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi banyak yang jebol Foto: Dok warga Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi |
Terpisah, menurut salah satu warga perumahan, Mario (nama disamarkan), rata-rata rumah yang dindingnya jebol sudah dibeli dan jumlahnya sekitar 100 rumah dari 1.200 unit rumah di sana.
"Untuk saat ini sih rumah-rumah yang tembok belakangnya rubuh hampir 90 persen rumah yang sudah dibeli. Bahkan sudah ditempati warga. Ada sekitar kurang lebih 100 rumah (jebol)," ungkapnya.
Hingga saat ini warga belum bertemu dengan pihak pengembang, PT Gemilang Sakti Propertindo. Mereka hanya menerima bantuan makanan yang dititipkan ke pihak RW. Menurut Mario pihak pengembang mengirimkan sejumlah uang kepada pihak RW untuk warga Perumahan Green Lavender.
"Kalo soal tanggapan dari pengembang karena sampai saat ini kami belom mendengar langsung dari pihak pengembang. Tapi kalo saya tidak salah, kemarin sore karena di sini sempat didatangi oleh Bupati PLT (Asep Surya Atmaja), pihak pengembang mau melakukan pembenahan," tuturnya.
Ada pun perumahan subsidi ini tergolong baru. Eka mengungkapkan perumahan mulai dibangun pada 2023 dan sudah mulai ditempati pada 2024. Ada pula unit yang baru dibangun pada 2025.
Sebelumnya diberitakan, perumahan subsidi Green Lavender Sukamekar, Bekasi, kembali terendam banjir dengan ketinggian air hingga sepinggang. Warga terjebak janji hunian bebas banjir.
Jalan utama perumahan berubah menjadi aliran air keruh akibat luapan saluran air dan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi. Warga saling bahu membahu mengevakuasi perabotan rumah tangga ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat banjir yang datang berulang kali.
Warga menyebut banjir kali ini menjadi yang ketiga sejak perumahan subsidi tersebut dihuni, meski awalnya dijanjikan bebas banjir. Penghuni mengaku kecewa karena realitas banjir berulang tidak sesuai dengan klaim pengembang saat pemasaran perumahan.
Keterikatan kredit rumah subsidi membuat sebagian warga merasa terjebak dan tidak memiliki pilihan untuk pindah meski kondisi lingkungan memburuk.
(aqi/das)











































