×
Ad

Zohran Mamdani Hidupkan Lagi Program Rumah buat Mantan Napi Lansia

Wildan Alghofari - detikProperti
Rabu, 21 Jan 2026 14:47 WIB
Wali Kota New York Zohran Mamdani. Foto: (CNN Internasional)
Jakarta -

Wali Kota New York, Zohran Mamdani menghidupkan kembali program perumahan yang ditujukan bagi mantan narapidana lansia tunawisma dengan kebutuhan medis kompleks. Program ini sempat dihentikan oleh Wali Kota sebelumnya, Eric Adams, meski awalnya mendapat dukungan.

Proyek ini merupakan perumahan pendukung 'Just Home' yang dirancang khusus bagi mantan narapidana lansia dengan kebutuhan medis kompleks. Hunian ini diperuntukkan bagi kelompok rentan yang membutuhkan tempat tinggal stabil sekaligus dukungan kesehatan yang memadai.

Dilansir dari New York Post, proyek tersebut akan menghadirkan 83 unit apartemen di kawasan Jacobi Medical Center, Bronx, New York. Lokasinya yang berada di lingkungan rumah sakit dipilih untuk mendapatkan akses cepat dan mudah ke layanan medis yang diperlukan.

Mamdani secara resmi mengumumkan pengaktifan kembali program ini pada hari Senin (19/1/2026). Dalam konferensi pers di Jacobi, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebagai upaya keadilan sosial.

"Kami tidak hanya membuat 83 apartemen baru dan mendukung mereka yang kesulitan, kami juga memajukan tujuan keadilan," ujarnya dikutip dari New York Post, Rabu (21/1/2026).

Proyek ini dinilai bisa meningkatkan pasokan hunian terjangkau.Mamdani juga menekankan bahwa proyek tersebut memberi kepastian hidup bagi para penghuninya.

"Ini adalah proyek yang akan memberikan sewa dengan harga tetap kepada setiap penyewa. Ini akan membuktikan bahwa komitmen kami kepada warga New York yang tunawisma dan mereka yang membutuhkan dukungan hunian. Komitmen ini nyata dan dapat ditindaklanjuti," katanya.

Fokus utama proyek ini adalah kemanusiaan, terutama bagi lansia dengan penyakit serius. Mamdani berpandangan bahwa membiarkan orang sakit parah meninggal di penjara atau terlantar tanpa bantuan medis adalah tindakan tidak manusiawi. Perumahan pendukung akan memberi mereka kesempatan mendapat perawatan yang layak.

Hunian ini juga akan memanfaatkan aset yang sudah ada, yakni gedung kosong di kampus Jacobi Medical Center. Dengan lokasi yang menyatu dengan fasilitas kesehatan, akses ke dokter, dan perawatan medis bisa dilakukan tanpa harus membangun infrastruktur baru.

Sebelumnya, masa depan "Just Home" sempat diselimuti ketidakpastian ketika Eric Adams membatalkan proyek. Padahal, Adams sempat mendukung proyek tersebut pada tahun 2022.

Tekanan proyek kala itu datang dari kekhawatiran warga lokal soal keamanan. Menempatkan mantan narapidana di sana, ditakutkan akan meningkatkan kriminalitas. Penolakan keras juga datang dari mantan anggota Dewan Kota, Kristy Marmorato. Pemerintahan Adams, melalui Deputi Wali Kota, Randy Mastro, juga sempat mendorong relokasi ke Brooklyn, namun dianggap tidak sesuai prosedur hukum.

Langkah relokasi tersebut turut memicu kecaman dari anggota Dewan Kota yang menilai keputusan itu sebagai gerakan politik. Pemindahan tersebut dinilai sebagai sarat kepentingan kampanye pemilihan ulang. Dewan Kota bahkan menyetujui perjanjian sewa jangka panjang selama 99 tahun untuk menjaga proyek tetap berjalan.

Kini, dengan mandat politik progresif yang kuat, Mamdani memilih melanjutkan proyek tersebut dengan prosedur penyaringan ketat, keamanan 24 jam, dan fokus pada penghuni yang secara medis memang lemah. Langkah ini sekaligus menegaskan perbedaan arah kebijakan.




(das/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork