×
Ad

Makin Banyak Rumah Miliaran Ditawarkan di Sawangan, Apa Kelebihannya?

Dana Aditiasari - detikProperti
Minggu, 03 Mar 2024 11:00 WIB
Rumah Miliaran di Sawangan. Foto: (istimewa)
Jakarta -

Pembangunan infrastruktur akan terus mendorong perkembangan sebuah kawasan. Wilayah selatan Jakarta yang mencakup Sawangan, Bojongsari, hingga Parung misalnya, pada era 10 tahun lalu merupakan area yang banyak dikembangkan rumah murah dan menjadi pilihan kalangan keluarga muda.

Dengan perkembangan infrastruktur khususnya jalan tol, saat ini areanya dikelilingi beberapa ruas jalan tol seperti tol Sawangan, tol Pamulang, hingga Bogor Outer Ring Road (BORR).

Seluruh akses tol ini saling tersambung ke tol lainnya seperti Jagorawi, Cikampek, Serpong-Balaraja, dan lainnya yang membuat aksesibilitas ke seluruh kawasan Jabodetabek menjadi mudah.

Perkembangan ini mendorong harga properti di kawasannya yang terus bergerak mencapai miliaran untuk menyasar segmen pasar yang lebih tinggi. Situasi ini terjadi di pengembangan township Gardens at Candi Sawangan di Jalan Cinangka Raya, Depok, hasil pengembangan PT Graha Perdana Indah (GPI).

Township seluas 250 hektar ini dikembangkan sejak tahun 2017 mulai harga Rp400 jutaan dan sekarang terus menghadirkan hunian untuk segmen yang lebih tinggi.

Masih di periode awal tahun 2024, Gardens at Candi Sawangan menghadirkan klaster ke-10 Morizono yang merupakan klaster tereksklusif dan dikembangkan dengan konsep The Art of Japanese Living hasil kolaborasi dengan Sumitomo Forestry Indonesia. Hunian beserta seluruh kawasan klasternya didesain orisinil oleh arsitek Jepang Takahiro Fuwa dan disupervisi oleh pengawas konstruksi yang juga berasal dari Jepang.

Pengembangan klaster Mori (hutan) dan Zono (taman) sendiri terinspirasi dari sejarah panjang kerja sama antara GPI dengan Sumitomo Forestry Indonesia. Sebagai entitas bisnis, Sumitomo Forestry telah terdaftar di Bursa Saham Tokyo sejak tahun 1691 atau 333 tahun lalu sebagai perusahaan perkebunan dan terus memperluas usahanya mencakup kehutanan, pengolahan kayu, konstruksi, properti, energi, dan lainnya.

Di bisnis properti, Sumitomo telah merambah ke Amerika dan Australia dengan telah membangun lebih dari 20 ribu unit. dengan sejarah 54 tahun di Indonesia, Sumitomo menjadi salah satu perusahaan Jepang tertua yang beroperasi di Indonesia. Sementara GPI merupakan perusahaan developer asal Semarang yang telah mengembangkan mixed use development dan lapangan golf. Kedua perusahaan ini telah menjalin kemitraan selama 32 tahun di industri kayu.

Bersambung ke halaman selanjutnya.




(dna/dna)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB