×
Ad

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kenapa Rumah di Arab Kotak dan Beratap Datar?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 04 Mar 2026 18:00 WIB
Rumah Arab yang berbentuk kotak dan beratap datar. Foto: Wirestock/Freepik
Jakarta -

Masing-masing negara memiliki karakteristik arsitektur rumah berbeda-beda. Umumnya hal ini dipengaruhi oleh iklim, cuaca, ketersediaan material, dan kebudayaan daerah tersebut.

Salah satu negara yang memiliki arsitektur unik adalah Arab Saudi. Seperti yang diketahui, negara di timur tengah ini memiliki iklim yang kering dan banyak gurun. Untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sana, kebanyakan rumah di Arab Saudi bentuk atapnya datar.

Bentuk atap ini yang sangat berbeda dengan karakteristik rumah di Indonesia. Sebab, sejak dahulu atap rumah di Indonesia dibuat miring ke bawah atau berbentuk limas agar air hujan bisa jatuh ke tanah. Sementara itu, dilansir Kaleela, rumah di Arab memakai atap datar karena di sana jarang terjadi hujan. Atapnya pun tidak butuh genteng untuk menangkal panas dari luar. Bagian teratas rumah ini biasanya digunakan untuk tempat pemilik bersantai dan menjemur pakaian.

Bukan cuma atapnya yang unik, rumah-rumah di Arab Saudi, terutama rumah khas Najd bentuknya dibuat persegi untuk menghalau udara panas dan kering masuk ke rumah.

Pada ukuran rumah yang agak luas, pemiliknya membuat halaman cukup besar di tengah bangunan. Fungsinya sangat penting, yakni sebagai area bersantai serta sebagai sumber cahaya dan ventilasi udara untuk mengurangi suhu panas di siang hari dan mendinginkan ruangan sehingga nyaman ditempati.

Selain itu, masih banyak keunikan rumah Arab lainnya, berikut di antaranya.

Didesain untuk Melindungi Privasi Pemiliknya

Rumah-rumah di Arab didesain tertutup untuk melindungi privasi pemilikinya. Mereka bahkan membuat halaman di dalam rumah dan terdapat banyak ruangan di sekeliling halaman tersebut. Kemudian, area tidur sering dipisahkan dari bagian lainnya dengan menggunakan tirai untuk menciptakan suasana yang lebih tertutup dan memberikan privasi kepada penghuni.

Dinding Tebal dan Tinggi

Untuk menghalau udara panas masuk, dinding-dinding rumah Arab dibuat dari tanah liat dan ukurannya cukup tebal. Maka tidak heran jika warna fasad rumah di Arab biasanya kecoklatan, seperti warna tanah. Tanah liat berguna menyerap panas saat siang hari dan menghangatkan dalam rumah saat malam hari yang biasanya dingin. Daripada menggunakan bata, tanah liat lebih mudah ditemukan di daerah tersebut.

Jika diperhatikan, dindingnya dibuat tinggi untuk memperlancar sirkulasi udara sehingga dalam rumah terasa sejuk. Lalu, rumah Arab tidak banyak memakai jendela. Sekalinya ada jendela ukurannya pun kecil.

Lewat desain ini, masyarakat Arab bukan hanya membangun tempat tinggal, melainkan sebuah simbol identitas, kehormatan, dan privasi. Dengan demikian, rumah Arab adalah lebih dari sekadar bangunan fisik, tetapi juga penjaga nilai-nilai dan identitas budaya yang kaya akan makna.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini



Simak Video "Video: Hilal Terlihat, Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan Pada 18 Februari"

(aqi/zlf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork