Desain Masjid Istiqlal: Kombinasi Antara Nasionalisme dan Unsur Islam

Langkah Emas Raih Kemenangan

Desain Masjid Istiqlal: Kombinasi Antara Nasionalisme dan Unsur Islam

ilham fikriansyah - detikProperti
Sabtu, 28 Feb 2026 03:06 WIB
Hari ketiga Ramadan, umat muslim dari Jakarta dan sekitarnya menghadiri buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (14/3/2024). Begini suasananya.
Masjid Istiqlal Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Masjid Istiqlal jadi salah satu destinasi wisata religi yang selalu ramai saat bulan Ramadan. Banyak umat muslim dari berbagai daerah berbondong-bondong untuk berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat tarawih.

Tidak hanya sekadar tempat ibadah, Masjid Istiqlal menjadi simbol bagi Indonesia. Mengutip catatan detikcom, kata 'Istiqlal' diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka. Jadi, pembangunan masjid ini sebagai rasa bersyukur kepada Allah SWT atas kemerdekaan Indonesia, sekaligus untuk menghormati pejuang Islam yang telah gugur di medan perang.

Demi mewujudkan masjid yang megah di Tanah Air, presiden pertama Indonesia, Soekarno kemudian menggelar sayembara desain Masjid Istiqlal. Bung Karno yang juga seorang arsitek menjadi ketua dewan juri saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Friedrich Silaban/Via Ensiklopedia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan TeknologiFriedrich Silaban. Foto: Via Ensiklopedia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Setelah dilakukan penilaian terhadap sejumlah desain, akhirnya terpilihlah rancangan dari Friedrich Silaban, arsitek yang merupakan anak dari seorang pendeta Kristen.

Desain yang dibuat oleh Friedrich Silaban tidak hanya besar dan megah, tapi juga memiliki makna yang mendalam. Sebab, Soekarno ingin menciptakan tempat ibadah yang sarat akan nilai-nilai nasionalisme.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Masjid Istiqlal juga harus tetap menonjolkan unsur Islam, sebagaimana tempat ibadah bagi para umat muslim. Keinginan Soekarno itu berhasil diwujudkan oleh Silaban, sehingga menghasilkan sebuah mahakarya yang indah.

Dimulai dari kubah masjid yang berdiameter 45 meter. Kubah raksasa ini didesain untuk melambangkan tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pada bagian interiornya terdapat 12 pilar yang menopang kubah Masjid Istiqlal. Jumlah tersebut diambil dari tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni 12 Rabiul Awal, sekaligus menandakan ada 12 bulan dalam setahun.

JAKARTA, INDONESIA - MARCH 31: Muslims gather to perform Eid al-Fitr prayer at Istiqlal Mosque in Jakarta, Indonesia on March 31, 2025. Eid al-Fitr is a religious holiday celebrated by Muslims around the world that marks the end of Ramadan, Islamic holy month of fasting. (Photo by Agoes Rudianto/Anadolu via Getty Images)Area salat di Masjid Istiqlal yang dikelilingi 12 pilar. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu

Salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara ini memiliki lima lantai dan satu lantai dasar. Jumlah lantai tersebut disesuaikan dengan lima poin dalam rukun Islam, lima waktu salat wajib, dan lima sila dasar Pancasila.

Terdapat tujuh pintu masuk ke dalam Masjid Istiqlal. Setiap pintu memiliki nama Asmaul Husna, mulai dari pintu utama bernama Al Fattah, As Salam dan Ar Rozzaq selanjutnya bernama Al Quddus, Al Malik, Al Ghaffar, dan Ar Rahman.

Menariknya, angka tujuh juga diambil sebagai tanda bahwa ada tujuh lapisan langit kosmologi alam semesta Islam, serta terdapat tujuh hari dalam seminggu.

Masjid Istiqlal memang hanya memiliki satu menara atau minaret, tapi punya makna yang mendalam karena melambangkan tanda keesaan Allah SWT.

Minaret Masjid Istiqlal memiliki tinggi 66,66 meter atau 6.666 cm. Angka tersebut melambangkan jumlah ayat di dalam Al-Quran yang mencapai 6.200 ayat.

Menara masjid ini dilapisi dengan marmer putih berdiameter 5 meter, sehingga memberikan kesan mewah. Lalu, pada ujung minaret terbuat dari kerangka baja setinggi 30 meter, melambangkan 30 juz dalam Al Qur'an.

Bahkan, pemancangan tiang pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan pada 24 Agustus 1961, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sayangnya, pembangunan Masjid Istiqlal berjalan lambat hingga memakan waktu selama 17 tahun. Masjid ini baru diresmikan oleh Presiden kedua Indonesia, Soeharto, pada Februari 1978.

Lamanya pembangunan Masjid Istiqlal bukan karena kurangnya bahan material, melainkan situasi politik yang kurang kondusif di Tanah Air. Di masa itu, berlaku demokrasi parlementer sehingga partai-partai politik saling bertikai untuk memperjuangkan kepentingannya masing-masing.

Kondisi tersebut memuncak pada 1965, tepatnya saat terjadi persitiwa 30 September atau G30S/PKI. Peristiwa itu turut menyeret Presiden Soekarno yang saat itu masih memimpin Indonesia.

Setelah situasi politik mereda, pada 1966, Menteri Agama KH. Muhammad Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid ini. Kepengurusan dipegang oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai Koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads