Kalimantan Timur punya banyak destinasi alam yang masih terjaga dan asri, salah satunya Air Terjun Tangga Bidadari di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur. Destinasi ini punya keunikan sendiri yang berbeda dengan air terjun lainnya.
Aliran Air Terjun Tangga Bidadari melewati batuan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang memanjang, membentuk undukan besar. Airnya juga sangat jernih dan berasal dari mata air pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Pada 2024, Air Terjun Tangga Bidadari ditetapkan sebagai salah satu warisan geologi (geoheritage) oleh Kementerian ESDM tentang Penetapan Warisan Geologi Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Lokasi Air Terjun Tangga Bidadari
Lokasi Air Terjun Tangga Bidadari ada di Kampung Baru RT 001, Dusun I, Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Desa Selangkau sendiri terletak di kawasan pesisir dan berbatasan dengan Selat Makassar. Tangga Bidadari juga berada tidak jauh dari Pantai Jepu-jepu, jadi detikers bisa mengunjungi keduanya dalam sekali jalan.
Sebelum dinamai air terjun, dulu warga sekitar dan juga pemerintah daerah lebih sering menyebutnya dengan Mata Air Tangga Bidadari. Daya tarik utamanya sudah pasti ada pada mata air alami langsung dari karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Daya Tarik Air Terjun Tangga Bidadari
Mungkin detikers bertanya-tanya kenapa dinamai Air Terjun Tangga Bidadari? Alasannya karena airnya mengalir melewati batuan karst yang membentuk undakan seperti tangga. Dari bawah hingga menuju sumber mata airnya, aliran air melewati bebatuan besar yang terbentuk dari batuan karst.
Bentuk karst ini membuat Air Terjun Tangga Bidadari masuk sebagai warisan geologi dan dinilai sebagai salah satu situs untuk mengembangkan wisata Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Di sekitar air terjun tersedia beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai menikmati suara gemercik air.
Setelah menikmati aliran air terjun di bagian bawah, pengunjung juga bisa menjelajahi sumber mata air di bagian atas. Aksesnya juga cukup mudah, detikers hanya perlu berjalan kaki sekitar 800 meter atau selama kurang lebih 20 menit. Tenang saja, sepanjang perjalanan akan ditemani pemandangan hutan hujan tropis Kalimantan yang alami.
Karena berasal dari mata air pegunungan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, dari dulu masyarakat setempat mengonsumsi langsung dari mata air itu tanpa melalui proses perebusan. Jadi, detikers juga bisa ikut mencicipi langsung segarnya minum dari mata air murni!
Rute ke Air Terjun Tangga Bidadari
Dari Kota Sangatta
Jika berangkat dari Kota Samarinda, maka detikers harus menempuh perjalanan sekitar 5 jam untuk sampai di Sangatta. Kalau berangkat dari Kota Sangatta, perjalanan menuju Desa Selangkau memakan waktu sekitar 2-3 jam menggunakan mobil atau motor, tergantung kondisi jalan. Informasi dari Desa Selangkau menyebut akses menuju kawasan wisata masih melewati jalan yang sudah beraspal, tapi ada pula ruas jalan yang sudah diaspal.
Dari Pantai Jepu-jepu
Rute lainnya bisa ditempuh dari Pantai Jepu-jepu yang lokasinya berdekatan dengan Tangga Bidadari. Dari Pantai Jepu-jepu, perjalanan menuju Air Terjun Tangga Bidadari membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Rutenya harus melewati garis pantai lebih dulu, baru masuk ke kawasan perkebunan dan berakhir di jalur karst Sangkulirang-Mangkalihat dengan jarak sekitar 12 kilometer.
Karena sebagian akses menuju lokasi masih berupa jalan dengan kondisi yang kurang bagus, detikers juga masih harus melanjutkan perjalanan menuju sumber mata air dengan berjalan kaki. Maka dari itu, pastikan fisik dan stamina tetap terjaga sebelum berwisata.
Jangan tinggalkan sampah di lokasi wisata dan selalu jaga kondisi lingkungan sekitar. Jika ingin berkunjung, pakailah sepatu atau alas kaki yang nyaman karena akses ke lokasi air terjun juga masih perlu berjalan melewati karst terbesar di Kalimantan. Selamat berwisata!
Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"
(aau/aau)